Selat Sunda Jalur Alternatif Dunia

Selat Sunda Jalur Alternatif Dunia
Selat Sunda Jalur Alternatif Dunia
KALIANDA–Apresiasi positif dilontarkan Komandan Korem 043 Garuda Hitam (Gatam) Amalsyah Tarmizi, S.I.P. terkait megaproyek Jembatan Selat Sunda (JSS). Perwira berpangkat kolonel ini pun urun pemikiran. Dia menyarankan pemerintah pusat dan daerah tidak mengabaikan faktor lalu lintas laut. Utamanya menyangkut bobot dan ketinggian kapal-kapal dunia.

’’Tahun 2020 mendatang, jalur Selat Malaka sudah tidak dapat dilalui kapal-kapal berukuran besar. Karenanya diperkirakan, kapal-kapal dunia yang berbobot di atas 5.000 ton itu akan melintasi jalur Selat Sunda,’’ kata Amalsyah saat menghadiri acara silaturahmi dengan muspida dan tokoh masyarakat di aula Sebuku, rumah dinas bupati Lampung Selatan, kemarin.

Ia menjelaskan, penutupan jalur Selat Malaka itu terjadi karena penyempitan jalur laut. Sehingga tidak memungkinkan lagi kapal besar melintasi jalur selat yang berada di perairan Malaysia tersebut (Malaka, Red).

’’Otomatis jalur kapal-kapal besar dunia itu akan melalui Selat Hindia menuju perairan Selat Sunda. Nah mumpung desain teknis JSS belum dibuat, setidaknya pemikiran ini berguna,’’ ungkapnya.

KALIANDA–Apresiasi positif dilontarkan Komandan Korem 043 Garuda Hitam (Gatam) Amalsyah Tarmizi, S.I.P. terkait megaproyek Jembatan Selat Sunda

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News