Semakin Merosot Dekati Juru Kunci

Semakin Merosot Dekati Juru Kunci
Semakin Merosot Dekati Juru Kunci
KANJURUHAN - Pergantian pelatih yang dilakukan Arema ISL dari Wolfgang Pikal, kepada asistennya, Joko Susilo, rupanya masih belum memberikan dampak positif bagi tim berjuluk Singo Edan itu. Arema ISL yang dalam empat pertandingan terdahulu belum pernah menang, kembali harus menerima kenyataan pahit. Berhadapan dengan tim papan atas Sriwijaya FC, Charis Yulianto dkk takluk 1-5.

Dengan kekalahan itu, posisi Arema ISL melorot lagi, dari sebelumnya posisi 16, turun ke peringkat 17. Dari lima laga, Arema ISL baru mengemas satu poin, hasil satu seri dan empat kekalahan. Pun demikian, Arema ISL menjadi tim yang paling banyak kebobolan di Isl, setelah Persiram Raja Ampat, dan Persegres Gresik United. Dari lima pertandingan yang dilakoni, Arema ISL kebobolan 12 gol dan hanya mampu mencetak 4 gol.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang, pelatih Arema ISL Joko Susilo membuat sejumlah perombakan pada skuad. Selain memasang kiper muda Yoewwanto Benny, pelatih yang juga akrab disapa Gethuk itu juga memasang Steve Lewis Hesketh sebagai pemain tengah. Padahal selama era Pikal, pemain berkebangsaan Australia itu biasa turun sebagai bek kanan.

Tanda-tanda kekalahan Arema ISL sudah bisa terbaca sejak menit-menit awal pertandingan. Lini tengah Arema ISL yang dimotori oleh Arif Arianto, kalah kelas dengan lini tengah Sriwijaya yang dimotori oleh dua mantan pemain Arema, Ponaryo Astaman  dan Firman Utina. Bahkan, pada menit ke 9, Firman sudah mampu membahayakan gawang Arema ISL lewat tendangan bebasnya. Beruntung, kiper Arema ISL masih bisa menangkapnya dengan baik.

KANJURUHAN - Pergantian pelatih yang dilakukan Arema ISL dari Wolfgang Pikal, kepada asistennya, Joko Susilo, rupanya masih belum memberikan dampak

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News