Semangat Membara Honorer K2 TTA agar Bisa jadi PNS atau PPPK

Semangat Membara Honorer K2 TTA agar Bisa jadi PNS atau PPPK
Wakhudin, penjaga sekolah honorer K2 dari Bandung. Foto: Mesya/JPNN.com

jpnn.com - Dua kali rekrutmen ASN, yakni CPNS (2018) dan PPPK (2019), honorer K2 tenaga teknis administrasi (TTA) tidak mendapatkan kesempatan ikut tes. Bahkan tahun ini, banyak di antaranya yang tidak bisa ikut rekrutmen PPPK.

Mengingat, dari 147 jabatan fungsional yang bisa diisi PPPK sesuai amanat Perpes nomor 38 tahun 2020, TTA lebih banyak tidak terakomodir.

Mesya M, Jakarta

HATI Wakhudin, penjaga sekolah honorer K2 dari Bandung, sangat kecewa begitu membaca Perpres tentang Jenis Jabatan yang Dapat Diisi PPPK.

Di lampiran Perpres Nomor 38 Tahun 2020 itu, dari 147 jabatan fungsional yang disebut, tidak mengakomodir tenaga kependidikan. Berbeda dengan guru, yang masuk list jabatan fungsional yang bisa diisi PPPK.

Bagi Wakhudin, itu pertanda pemerintah tidak menghargai terhadap jabatan tenaga kependidikan. Padahal pria kelahiran Brebes, 14 Februari 1977 ini sudah punya angan-angan panjang.

Bila menjadi CPNS atau PPPK, dia ingin ada penyetaraan jabatan. Artinya kalau masuk hanya mengandalkan ijazah SMA, begitu kerja empat tahun bisa urus penyesuaian jabatan dengan ijazah S1 yang dimiliki.

Wakhudin memulai kerjanya sebagai penjaga sekolah dengan berbekal ijazah SD. Saat masuk di SMPN 13 Bandung tahun 1995, ayah dua anak ini digaji Rp 20 ribu. Dia mengaku bisa masuk tanpa bantuan orang dalam.

Para honorer K2 tenaga teknis administrasi atau TTA sangat berharap bisa menjadi PNS atau PPPK.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News