Seminggu Dua Kali Mahasiswa dan Pelajar Pesta Narkoba

Seminggu Dua Kali Mahasiswa dan Pelajar Pesta Narkoba
Ilustrasi sabu-sabu. Foto: AFP

Rinaldi termakan ajakan Johan yang menyatakan bahwa SS bisa membuat bersemangat.

Kini mahasiswa semester VII itu menyesal. Dia kepikiran ibunya yang sakit-sakitan. Ayahnya yang sehari-hari jadi tukang servis elektronik selalu sibuk.

Orang tua Rinaldi memang sangat mencintainya. Mereka membukakan usaha warung kopi agar anak tunggalnya tersebut punya penghasilan tambahan.

"Kapok, pengin pulang," sesalnya.

Suparti memaparkan, selama ini mahasiswa dan pelajar termasuk yang paling banyak menjadi korban narkoba. Sama seperti Rinaldi, awalnya mereka hanya coba-coba.

Namun, saat sudah terjerumus, mereka sulit keluar. "Mereka jadi lupa dengan orang-orang terdekatnya, termasuk orang tuanya," paparnya.

Pengawasan yang kurang dan kepercayaan yang berlebihan sering kali disalahartikan anak-anak muda. Belum lagi faktor lingkungan yang lebih dominan.

Koleganya lebih mudah memengaruhi daripada orang tua sendiri. (aji/c16/fal/jpnn)


Mereka menggelar pesta narkoba di belakang warung


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News