Setelah Topan Nesat, Nalgae Sikat Filipina

Banyak Warga Terjebak Banjir, 59 Orang Tewas

Setelah Topan Nesat, Nalgae Sikat Filipina
Setelah Topan Nesat, Nalgae Sikat Filipina
Keengganan warga untuk meninggalkan tempat tinggal mereka, menurut Kepala Kantor Pertahanan Sipil Benito Ramos, menjadi penyebab utama jatuhnya banyak korban jiwa. "Kami prihatin melihat masih banyaknya warga yang nekat bertahan di lokasi bencana. Bahkan, saat ini, sebagian besar warga masih memilih bertahan di rumah mereka yang terendam banjir," sesalnya.

 

Kemarin sore badai dilaporkan mulai meninggalkan pesisir timur luat Filipina. "Topan Nalgae bergerak ke Laut Cina Selatan dan menuju selatan Tiongkok Minggu sore ini (kemarin sore, Red) dengan kecepatan 120 kilometer per jam," kata Badan Meteorologi Filipina dalam keterangan kemarin. Tetapi, banjir yang menjadi dampak ikutan badai tropis itu dipredikai masih akan bertahan Filipina.

 

Terpisah, kemarin Badan Meteorologi Tiongkok (NMC) juga telah memerintahkan warga di kawasan selatan negeri itu untuk waspada. Selama tiga hari ke depan, hujan deras diperkirakan akan mengguyur wilayah tersebut. "Kami mengimbau warga yang tinggal di ujung selatan Pulau Hainan dan sebelah timur Taiwan untuk tak meninggalkan rumah masing-masing," terang jubir NMC seperti dilansir Kantor Berita Xinhua. (AFP/AP/hep/dwi)

MANILA - Badai tropis kembali melanda Filipina Sabtu lalu (1/10). Setelah Topan Nesat pada pekan lalu menelan banyak korban, giliran Topan Nalgae


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News