Setengah Tiang

Oleh: Dahlan Iskan

Setengah Tiang
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

Bali menolak kedatangan tim sepak bola Israel di Piala Dunia U-20. Koster juga seorang tokoh nasional PDI Perjuangan.

Tsunami kedua datang dari Ganjar Pranowo. Ia gubernur Jateng yang santun, tokoh paling depan dalam kegiatan antiradikal, sangat dekat dengan ajaran Jawa, membuat pernyataan serupa.

Ganjar juga tokoh nasional PDI Perjuangan. Ia juga lagi berjuang untuk mendapatkan tiket dari partainya agar bisa maju sebagai calon presiden di Pilpres tahun depan.

Tanpa tiket itu ia sulit menjadi capres meski jajak pendapat sangat mengunggulkannya.

Bahwa kemudian juga muncul suara-suara serupa dari beberapa kelompok Islam, tidak ada yang aneh. Yang jelas kelompok terbesar Islam seperti NU justru tidak mempersoalkan kedatangan tim Israel itu.

Kelompok terbesar lainnya, Muhammadiyah, juga tidak menyuarakan apa-apa. Capres yang diserang sebagai penganut politik identitas, Anies Baswedan, justru netral. Setidaknya tidak muncul pendapat apa pun darinya.

Saya pun tertegun, tergagap, dan saking kagetnya sampai seperti terpaku mati berdiri. Baru tadi malam saya bisa menenangkan diri. Lalu bisa menulis artikel ini.

Itu pun saya tidak bisa menemukan jawaban mengapa. Lalu apa yang terjadi di balik semua itu. Mengapa, mengapa, mengapa.

INVISIBLE HAND. Ke manakah gerangan Anda? Sampai begitu menyakitkannya: Piala Dunia U-20 di Indonesia dibatalkan FIFA. Saya mengibarkan bendera setengah tiang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News