Silaturrahim Ricuh, Foke Kapok

Silaturrahim Ricuh, Foke Kapok
RICUH- Pembagian paket Lebaran yang digelar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di teras Balai Kota Jakarta berbuntut ricuh. Gubernur menyediakan 6000 paket sembako dan angpao Rp40 ribu untuk setiap warga. Alhasil warga menyerbu yang berakibat sedikitnya dua korban masih dirawat di Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat. Foto; ADRIANTO / INDO POS
"Kegiatan itu merupakan saran dari staf karena diawali oleh pendahulu saya. Intinya adalah silaturahim, bukan bagi-bagi bingkisannya. Lagi pula sebagian besar zakat saya sudah disalurkan lewat Bazis. Jadi ini bukan acara pembagian zakat," kata dia.

 

Dalam kisruh pembagian bingkisan dari gubernur dan wakil gubernur itu banyak korban berjatuhan. Sebanyak 12 pingsan akibat aksi dorong mendorong. Beberapa anak balita luka-luka. Dua korban di antaranya mengalami luka serius sehingga harus menjalani perawatan secara intensif di RS Tarakan. Seluruh pembiayaan perobatan ditanggung oleh Pemprov DKI. Keduanya yakni Sateni (38) dan Dati (50), warga Plumpang, Jakarta Utara.

Sateni mengatakan, dalam acara silaturahim gubernur dengan warga pada tahun sebelumnya tidak pernah terjadi kekisruhan. Sehingga dirinya bertekad mendatangi acara yang diselenggarakan tahun ini. "Biasanya antre teratur, tidak semraut seperti itu. Saya tertimpa banyak orang," tutur ibu lima anak itu sambil tergolek di kasur perawatan RS Tarakan.

 

Hal senada juga diungkapkan Ny Dati. Sebelum meninggalkan lokasi, Fauzi Bowo juga memberikan uang dalam amplop berwarna putih kepada masing-masing korban.

 

JAKARTA- Kericuhan yang berbuntut jatuhnya sejumlah korban pada acara pembagian bingkisan Lebaran di Balaikota Jakarta, Senin (21/9) lalu, membuat

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News