JPNN.com

Skenario Pak Buwas untuk Jaga Stok Beras Andai Lockdown Diberlakukan

Kamis, 09 April 2020 – 18:54 WIB
Skenario Pak Buwas untuk Jaga Stok Beras Andai Lockdown Diberlakukan - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso memperkirakan pengadaan beras dan distribusinya akan tersendat. Perkiraan itu didasari kemungkinan penerapan penguncian diri atau lockdown guna menghadapi pandemi virus corona (COVID-19).

Buwas -panggilan akrabnya- menyampaikan hal itu saat rapat dengar pendapat (RDP) secara virtual dengan Komisi IV DPR, Kamis (9/4). “Sebagai catatan, lockdown kemungkinan akan menyebabkan pembatasan penyerapan hasil produksi dan distribusi terhambat untuk pasokan luar wilayah sentral produksi,” katanya.

Pensiunan polisi dengan pangkat terakhir komisaris jenderal itu mengatakan, masa panen padi dimulai pada bulan ini. Menurutnya, Bulog akan memprioritaskan penyerapan beras dari dalam negeri untuk stok jika lockdown diberlakukan.

"Upaya pemenuhan stok yang dilakukan Perum Bulog untuk skenario jika terjadi lockdown adalah dengan memprioritaskan pengadaan dalam negeri," tutur Buwas.

Mantan kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI itu juga menyodorkan usul jika tidak terjadi lockdown. Buwas mengusulkan sentralisasi pangan dilakukan melalui Bulog.

“Dengan mekanisme ini, pemerataan stok antarwilayah dapat dilakukan oleh Perum Bulog yang disesuaikan kebutuhan konsumsi di masing-masing wilayah,” cetusnya.

Terkait mekanisme penjualan pangan pokok kepada masyarakat, Perum Bulog menerapkan strategi e-commerce secara daring atau online. Tujuannya adalah menghindari terjadinya kerumuman massa, mengurangi masyarakat ke luar rumah, dan meminimalkan kontak langsung.

“Selain itu, untuk jaringan RPK (Rumah Pangan Kita, red) dan kelurahan, pemesanan dari mitra binaan dapat dilakukan melalui online atau menghubungi petugas Bulog. Pembagian kepada masyarakat dilakukan dengan pengaturan jadwal untuk mengurangi kerumuman,” katanya.(boy/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ara