SMA Negeri 1 Fakfak Kombinasikan Pembelajaran Tatap Muka dan Daring

SMA Negeri 1 Fakfak Kombinasikan Pembelajaran Tatap Muka dan Daring
Ilustrasi siswa belajar online dari gurunya di rumah. Foto: Abdul Muslim for JPNN

Flipped learning adalah pembelajaran yang menggabungkan pertemuan di kelas dengan pembelajaran secara online.

Pada flipped learning hal-hal yang biasa dilakukan di dalam kelas seperti menjelaskan materi, memberikan tugas, latihan dan tugas rumah dipindahkan menjadi pembelajaran online.

"Alhamdulillah pembelajaran jadi lebih mudah dengan flipped learning," ucap Guru Chandra.

Dalam perubahan SKB Empat Menteri ini, izin pembelajaran tatap muka diperluas ke zona kuning, dari sebelumnya hanya di zona hijau.

Prosedur pengambilan keputusan pembelajaran tatap muka tetap dilakukan secara bertingkat, seperti pada SKB sebelumnya.

Pemda/kantor/kanwil Kemenag dan sekolah memiliki kewenangan penuh untuk menentukan, apakah daerah atau sekolahnya dapat mulai melakukan pembelajaran tatap muka.

“Jadi bukan berarti ketika sudah berada di zona hijau atau kuning, daerah atau sekolah wajib mulai tatap muka kembali ya,” jelas Mendikbud Nadiem Makarim.

Mendikbud juga menekankan, bahwa sekalipun daerah sudah dalam zona hijau atau kuning, pemda sudah memberikan izin, dan sekolah sudah kembali memulai pembelajaran tatap muka, orang tua atau wali tetap dapat memutuskan untuk anaknya tetap melanjutkan belajar dari rumah.

Penyesuaian SKB 4 menteri direspons positif oleh SMA Negeri 1 Fakfak yang menggunakan kombinasi pembelajaran daring dan tatap muka.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News