Soal Target Jargas Pemerintah, Legislator: Lebih Senang Impor?

Soal Target Jargas Pemerintah, Legislator: Lebih Senang Impor?
Legislator mengaku pesimistis pemerintah dapat merealisasikan target empat juta sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga (SR) pada 2024. Foto: Humas Pertamina

Upaya ini perlu dilakukan dalam rangka menekan defisit transaksi berjalan, khususnya sektor migas dan membangun ketahanan energi nasional secara lebih massif.

Wakil Ketua FPKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan itu memaparkan secara umum program substitusi LPG dengan gas alam ini dapat menghemat devisa.

"Hitungannya, harga gas alam lebih murah daripada LPG. Selain itu cadangan gas alam kita, sebagai sumber energi yang bersih ini, masih berlimpah, sekitar 1,53 persen cadangan gas bumi dunia," ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, secara nasional masyarakat dapat berhemat sebesar Rp 0,3 triliun per tahun.

Sementara Pemerintah dapat menghemat subsidi LPG sebesar Rp 3,3 triliun per tahun. Jumlah yang lumayan besar,” tegas politisi senior PKS ini.

Namun, Mulyanto menilai sejauh ini Pemerintah kurang serius mengembangkan jaringan gas di wilayah-wilayah produktif.

Dia mencontohkan hingga kini di wilayah Kota Tangerang dan Tangerang Selatan belum terjangkau jargas. Padahal pilot project jargas di rumah susun Tangerang sudah lama berjalan.

“Beberapa wilayah di Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi sudah masuk jargas. Tapi Tangerang sampai sekarang masih belum. Ini kan menunjukan Pemerintah tidak serius menjadikan jargas sebagai sumber energi alternatif bagi masyarakat,” kritik Mulyanto. (mcr10/jpnn)

Legislator mengaku pesimistis pemerintah dapat merealisasikan target empat juta sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga (SR) pada 2024.


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News