Sobekan Irawan

Oleh: Dahlan Iskan

Sobekan Irawan
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

MENGOMENTARI tulisan senior saya, Dahlan Iskan, yang sering saya sapa sebagai "Toa koh Yee Zhe Kan" pada salah satu artikelnya yang dimuat di Disway, Sobekan Lead.

Salah satu dari kutipan alineanya, "Lead adalah kalimat pembuka dalam tulisan. Mencari kalimat pembuka, adalah salah satu bagian yang tersulit dalam menulis".

Kebetulan lead yang telah dicatatnya di secarik sobekan kertas hilang tertinggal entah ke mana.

Memang "Lead" itu adalah hal yang perlu wangsit untuk mendapatkannya. Apalagi kalau harus kita sendiri yang harus menciptakannya.

Teringat seperempat abad yang lalu di mana saya baru mulai merintis majalah Indonesia Media, harus pula jadi editornya.

Membuat majalah sekolah saja belum pernah, apalagi pernah ada catatan hitam, yaitu angka 4 di rapor Bahasa Indonesia ketika di SMP. Sebab, saya gagal menyebutkan 26 arti kegunaan awalan "me".

Celakanya saya dituduh pula sebagai plagiator atas karangan puisi saya yang katanya kelewat sempurna buat ukuran murid SMP.

Maka tak ayal saya divonis angka mati , "4".

Sebagai dokter gigi lulusan Amerika, ia banyak berurusan dengan lead: ia punya majalah di Amerika. Namanya: Indonesia Media. Berbahasa Indonesia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News