Solar Langka di Jatim, Indonesia Mulai Krisis Energi?

Solar Langka di Jatim, Indonesia Mulai Krisis Energi?
Nelayan mulai pasrah karena solar langka di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jatim, seperti Kabupaten Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Nelayan mulai pasrah karena solar langka di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jatim, seperti Kabupaten Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro.

Mereka mengaku tidak memiliki kepastian kapan bisa kembali melaut.

Deretan perahu yang bersandar di pantai dekat perbatasan Gresik-Lamongan, tepatnya di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik itu seolah tak bertuan.

Perahu-perahu itu dibiarkan terombang-ambing air laut, dan sudah sepekan ini tidak dipakai melaut.

Salah satu nelayan di Desa Campurejo, Solihun mengakui sudah tak melaut lima hari akibat solar langka.

"Solar merupakan kebutuhan mendasar dalam menjalankan perahu, dan salah satu pengharapan kami. Mau beli di SPBU terdekat kuotanya juga dibatasi. Belum lagi kalau dapat harus mengantre panjang. Kalau harus nyari keluar stoknya kosong," katanya.

Hal itu membuat pria berusia 53 tahun itu terpaksa tidak melaut, dan tercatat ada ratusan nelayan yang memilih tak melaut karena kelangkaan solar.

Solihun menyebut kerugian satu hari tak melaut sekitar Rp 1 juta hingg Rp 1,5 juta.

Nelayan mulai pasrah karena solar langka di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jatim, seperti Kabupaten Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro.