Suami Cerewet Saat Tahu Fatria jadi Kepala Perawat Khusus Pasien Corona

Suami Cerewet Saat Tahu Fatria jadi Kepala Perawat Khusus Pasien Corona
Ilustrasi. Foto: Antara/Mulyana

Fatria mengatakan, dua tim perawat tersebut memiliki peran dan tugas yang sama dalam perawatan pasien. Hanya saja yang membedakan adalah, waktu bekerja dari tim-tim tersebut.

“Kedua tim diberi waktu bekerja masing-masing 14 hari untuk merawat pasien. Misalnya tim satu bekerja, maka tim dua tidak dan menunggu giliran 14 hari ke depan,” jelasnya.

Tujuan pemberian jeda waktu 14 hari kepada dua tim tersebut adalah, jika tim 1 selesai bekerja selama 14 hari, maka mereka bisa istirahat dan isolasi di rumah selama 14 hari masa inkubasi begitu juga sebaliknya,” ungkapnya.

Namun, hal tersebut tidak dialami oleh Fatria. Ia harus tetap bekerja memantau dan mengawasi pekerjaan dua tim sembari jiga merawat pasien positif Covid-19 di ruang isolasi.

“Ya namanya saja penanggung jawab, pastinya harus terus ada dan mengawasi. Meskipun jadwal pulang rumah kadang sangat telat dari jadwal normal sebelumnya,” tukasnya.

Selama merawat pasien positif Covid-19, Fatria sering berkomunikasi dengan pasien-pasien tersebut. Terkadang ia harus menjadi orang yang tegar untuk bisa menyemangati pasien tersebut.

“Pernah suatu hari, ada satu pasien positif Covid-19 bertanya pada saya. Buk, apakah saya bisa sembuh, apakah saya bisa keluar dari ruang isolasi, apakah saya bisa berkumpul dengan keluarga kembali. Saya pun jawab dengan jujur bahwa hal tersebut sangat mungkin terjadi,” ujarnya.

Untuk membuat pasien positif Covid-19 tidak merasa stres dengan kondisi mereka di ruang isolasi, pihak RS pun memperbolehkan pasien untuk menggunakan handphone mereka agar bisa berkomunikasi dengan keluarga mereka di rumah.

Selain harus menghadapi suami cerewet, dia harus menjawab pertanyaan pasien yang tertulari virus corona.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News