Suara Nonmuslim Lebih Berpengaruh, Salah Satu Pemicu Radikalisme

Suara Nonmuslim Lebih Berpengaruh, Salah Satu Pemicu Radikalisme
Yenny Wahid. Foto: Ricardo/JPNN.com

Sebanyak 4,2 persen responden mengaku jika kondisi keamanan, penegakan hukum, dan ekonomi nasional dinilai buruk. Sementara 44,5 persen menyatakan baik, dan 51,3 persen mengatakan sedang.

"Perasaan terancam, terdeprivasi bisa membesar lewat informasi hoaks atau ujaran-ujaran kebencian di medsos. Apalagi masih dijumpai ketimpangan ekonomi dan sosial di tengah masyarakat. Di sinilah perusahaan medsos dan pers berperan besar dalam mengurangi intoleransi," paparnya.

BACA JUGA: Petanya Menjadi Jelas, Siapa Saja Aktivis yang Berkhianat

Dia menambahkan, pemerintah bisa mengurangi radikalisme dan intoleransi melalui kohesi sosial, penguatan kesejahteraan sosial, dan penguatan literasi. Jika intervensi pemerintah ini berhasil akan diperoleh generasi tangguh terhadap paparan intoleransi dan radikalisme. (esy/jpnn)

Simak Video Pilihan Redaksi :


Beberapa penyebab radikalisme menurut Yenny Wahid, misalnya ekonomi orang Islam lebih buruk, muslim diperlakukan tidak adil, atau suara non-muslim lebih berpengaruh.


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News