JPNN.com

Suara Perempuan di Ujung Telepon, Pemilik ATM Berikan Kode PIN

Selasa, 09 Juli 2019 – 13:52 WIB Suara Perempuan di Ujung Telepon, Pemilik ATM Berikan Kode PIN - JPNN.com

jpnn.com, KUTAI KARTANEGARA - Tim Alligator Polres Kukar, Kaltim, membekuk tiga kawanan jaringan ganjal mesin ATM di lokasi berbeda, Sabtu (6/7). Para pelaku diduga sudah meraup duit puluhan juta rupiah.

Tiga anggota jaringan ini bolak-balik Sumatra, Jawa, dan Kalimantan, untuk beraksi. Balikpapan menjadi daerah yang kerap dijadikan sasaran tersangka untuk meraup rupiah. Namun apes, ketika beraksi di Tenggarong, petualangan ketiga tersangka terendus petugas.

Ketiga tersangka yang berhasil dibekuk, yaitu Sa (28), Af (25) dan Ar (26). Ketiganya berdomisili di Sumatra Selatan (Sumsel). Namun, jaringan ini juga memiliki anggota di Pulau Jawa.

“Jaringan ini sudah sangat meresahkan. Sebab dalam aksinya sangat licin sekali dan kerap berpindah-pindah,” terang Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Damus Asa.

Modus operandi yang dilakukan tersangka, dengan memasang stiker call center palsu di mesin ATM yang menjadi target. Selanjutnya mulut kartu ATM diganjal menggunakan plastik perekat yang dibuat khusus, dengan tujuan membuat panik nasabah pengguna ATM.

BACA JUGA: Matius Jon Tunggu Perkembangan, Jika Sudah Keterlaluan Baru Lapor Polisi

Dalam kondisi tersebut, nasabah biasanya menghubungi call center palsu yang sudah ditempel di mesin ATM. Suara perempuan di ujung telepon, yang diduga menjadi anggota sindikat mengarahkan pemilik kartu ATM. Pemilik ATM kerap tak sadar telah memberikan kode PIN kartu ATM.

Selanjutnya, anggota jaringan lainnya, turut berperan mengarahkan serta memastikan agar nasabah menghubungi nomor call center tersebut.

Berbekal kode PIN ATM yang dimiliki, mereka lalu menguras isi tabungan tersebut. Tak hanya itu, kawanan ini juga merusak mesin ATM hanya dengan menggunakan satu obeng.

“Jadi, tersangka ini sangat piawai menjalankan aksinya. Mereka juga sering beraksi di Balikpapan. Dari informasi yang kami dapat, kejadian serupa juga pernah di Samarinda. Tapi masih dikembangkan apakah ada kaitannya dengan jaringan ini,” tambah Damus.

Aksi tersangka juga pernah terekam CCTV di areal mesin ATM di SPBU Tenggarong Seberang pada 2 Februari 2019 sekitar pukul 11.00 Wita. Dua laki-laki tersebut terlihat melakukan transaksi di mesin ATM.

Dia juga sempat mencoba membantu korban yang kala itu panik karena ATM-nya tak bisa keluar. Oleh tersangka, korban disarankan untuk menelpon call center tersebut.

“Setelah korban berada di rumah sakit, korban menerima pemberitahuan SMS banking bahwa ada penarikan uang di ATM yang tertelan tadi sehingga korban melaporkan hal tersebut ke SPKT Polres Kukar. Setelah unit opsnal menerima laporan tersebut tim mendatangi TKP dan mengumpulkan informasi di sekitaran TKP,” imbuhnya lagi.

Pada Sabtu (6/7), tim Alligator mendapat informasi adanya temuan stiker call center palsu yang tertempel di beberapa ATM di wilayah Tenggarong. Kemudian tim yang dipimpin Iptu Aksarudin Adam melakukan penyisiran di beberapa tempat ATM dan ditemukan dua orang yang mencurigakan di ATM Bank BNI Dafina di Jalan Danau Semayang, Tenggarong.

Tersangka Ar ditangkap di Loa Janan saat berusaha kabur ke Balikpapan. “Saat dilakukan penggeledahan ternyata ditemukan 54 lembar kartu ATM serta stiker call center palsu beserta obeng juga plastik pengganjal ATM,” tambahnya.

BACA JUGA: Kakak Adik Bobol ATM, Begini Cara Mereka Bisa Tahu PIN

Tersangka juga memiliki keahlian membongkar mesin ATM hanya menggunakan obeng. Sehingga, mereka pun berhasil mengambil uang tunai yang tidak sempat diambil nasabah akibat tersangkut.

“Kasus ini terus dilakukan pengembangan lebih lanjut. Karena sangat meresahkan. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” jelasnya. (qi/kri/k16)



SPONSORED CONTENT

loading...
loading...