Sukarelawan, Sukarela atau Berharap Imbalan?

Sukarelawan, Sukarela atau Berharap Imbalan?
Joko Widodo dalam kampanye akbar bertitel Konser Putih Bersatu di SUGBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (13/4). Foto: M Fathra Nazrul/JPNN.Com

Saat ini Nasdem menjadi pengusung utama Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden. Dua parpol lain yang mengikuti jejak Nasdem untuk mengusung Anies Baswedan ialah Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Beberapa hari terakhir lanskap politik Indonesia diramaikan oleh berita mengenai kelompok sukarelawan yang membubarkan diri. Kelompok sukarelawan ini menyebut diri sebagai GP (Ganjar Pranowo) Mania yang merupakan reinkarnasi dari kelompok sukarelawan Jokowi Mania alias JoMan.

Semula, GP Mania yang diketuai oleh Immanuel Ebenezer menjadi pendukung fanatik Ganjar Pranowo. Selama beberapa tahun terakhir bermunculan banyak sekali organisasi sukarelawan yang menyatakan mendukung Ganjar Pranowo.

Namun, dengan makin dekatnya pendaftaran pemilu, mulai ada kelompok sukarelawan yang ragu-ragu terhadap masa depan politik Ganjar Pranowo.

Ganjar merupakan bakal calon presiden yang punya popularitas dan elektabilitas bagus. Setiap kali ada survei bakal capres, nama Ganjar bersama Anies Baswedan dan Prabowo Subianto tidak pernah lepas dari 3 besar.

Itulah sebabnya muncul desakan yang cukup deras dari akar rumput PDIP -partai yang menaungi Ganjar- supaya segera menetapkannya sebagai calon presiden. Tarik-menarik terjadi sangat kuat di internal PDIP.

Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum PDIP terlihat tidak rela memberikan tiket kepada Ganjar Pranowo. Mega masih tampa sangat menginginkan putri mahkotanya, Puan Maharani, sebagai pemegang tiket capres.

Persoalan yang belum terpecahkan ialah elektabilitas Puan yang masih tersangkut di angka satu koma. Seiring dengan waktu menuju Pilpres 2024 yang makin mepet, kian sulit bagi PDIP untuk mengatrol elektabilitas Puan.

Seharusnya sukarelawan bekerja ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Namun, dalam praktiknya, kelompok sukarelawan sudah menjadi organisasi pseudo-politik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News