Sultan: KPU Harus Bertanggung Jawab Kalau Ada yang Kena Corona Gegara Pilkada

Sultan: KPU Harus Bertanggung Jawab Kalau Ada yang Kena Corona Gegara Pilkada
Sultan Najamudin. Foto : Ricardo/JPNN.com

Proses demokrasi melalui pilkada dalam situasi saat ini, menjadi tidak mutlak untuk dilaksanakan karena masih bisa ditunda, apalagi KPU juga punya simulasi opsi sampai April 2021.

Dari sisi anggaran, Sultan juga mengungkapkan bahwa semua lembaga negara dan kementerian telah dipangkas oleh Kementerian Keuangan. Termasuk anggaran DPD yang tahun ini juga sudah dipangkas.

“Ini KPU RI untuk Pilkada dengan anggaran Rp 9 triliun, malah mengajukan anggaran tambahan Rp 535 miliar lebih karena harus membeli alat pendukung protokol kesehatan. Ini kan seperti tidak punya sensitivitas terhadap apa yang sekarang dirasakan rakyat,” katanya.

Apalagi, jika nanti para pemilih merasa cemas, dan memilih tidak ke TPS, maka jumlah pengguna hak pilih juga menurun, sehingga kualitas pilkada juga menjadi catatan. Selain itu, ditambah lagi dengan masih adanya peluang untuk kembali ke PSBB, bila ternyata konsep new normal tidak berhasil menurunkan kurva wabah.

“Lalu, kalau nanti kembali ke PSBB, bagaimana anggaran yang sudah terlanjur dibelanjakan? Ini juga harus dipikirkan KPU,” pungkas Sultan.

Namun Sultan mengembalikan lagi kepada pemerintah. Sebab, dirinya sebagai wakil daerah di DPD bertugas melakukan pengawasan atas kebijakan yang diambil pemerintah. “Kami di DPD sudah mengingatkan bahwa negara saat ini lebih membutuhkan prioritas anggaran untuk pangan dan recovery ekonomi, bukan pilkada. Karena beda dengan pilpres yang konsekuensinya apabila ditunda bisa vacum of power,” pungkas dia. (boy/jpnn)

Sultan menyoroti keputusan Kemendagri dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk tetap menggelar Pilkada 2020


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News