Surplus Neraca Perdagangan Perlu Ditangani Hati-Hati, Berikut 9 Alasannya

Surplus Neraca Perdagangan Perlu Ditangani Hati-Hati, Berikut 9 Alasannya
Ilustrasi kegiatan ekspor. Foto: Bea Cukai.

Keenam, fokus pemerintah terhadap UMKM harus terus diberikan terkait pada program pembiayaan sehingga dapat mendorong peningkatan produksinya untuk dapat melakukan ekspor sehingga dapat memberikan kontribusi dalam penerimaan negara.

Ketujuh, peningkatan ekspor Janauri-Februari 2021 ke beberapa negara Kawasan Asia Pasifik menunjukkan pentingnya wilayah tersebut bagi Indonesia.

Pembukaan akses market melalui kerja sama perundingan perdagangan internasional khususnya di negara kawasan Asia Pasifik seperti Indonesia-Australia CEPA yang telah diimplementasikan pada Juni 2020 serta Indonesia-Korea CEPA yang baru saja ditandangani Desember tahun lalu memegang peranan penting bagi perluasan pasar ekspor Indonesia.

Kedelapan, kenaikan impor barang modal diharapkan menjadi sinyal kegiatan industri dan investasi di dalam negeri yang mulai bergerak membaik.

Produksi yang dimaksud seperi alat angkut untuk industri, mobil penumpang, dan barang modal kecuali alat angkutan.

Kesembilan, dalam mengantisipasi tingginya permintaan pada bulan Ramadhan dan Idulfitri, diharapkan tetap menjaga pasokan yang cukup sehingga harga tidak mengalami peningkatan harga dan stabilisasi harga dapat terkendali. (rdo/jpnn)


Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad menilai bahwa data neraca perdagangan Indonesia pada Maret yang surplus, itu justru harus diwaspadai.


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News