Survei LSI: Mayoritas Publik Tolak Usul Penundaan Pemilu 2024

Survei LSI: Mayoritas Publik Tolak Usul Penundaan Pemilu 2024
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan. Foto: Antara Foto/Akbar Nugroho

Selanjutnya, sebanyak 69,6 persen responden tetap ingin Jokowi mengakhiri jabatan pada 2024 ketika disodori alasan menunda pemilu terkait pembangunan IKN Nusantara.

Sebanyak 22,3 persen responden merasa jabatan Presiden Jokowi perlu diperpanjang karena harus memastikan pembangunan IKN Nusantara. Sisanya 8,1 persen menjawab tidak tahu.

"Berdasarkan temuan survei, penundaan pemilu bisa kami simpulkan ditolak oleh mayoritas warga," beber Djayadi.

Survei LSI berjudul Sikap Publik Terhadap Penundaan Pemilu dan Masa Jabatan dilakukan pada periode 25 Februari - 1 Maret 2024 kemarin.

Baca Juga: TNI Sudah Bentuk Tim Usut Keterlibatan Prajurit Menyiksa Penghuni Kerangkeng Manusia

Ada 1.197 responden yang terlibat dalam survei tersebut dan tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.

LSI menggunakan metode simple random sampling dalam survei kali ini yang memiliki toleransi kesalahan lebih kurang 2,89 persen. Tingkat kepercayaan survei tercatat sebesar 95 persen. (ast/fat/jpnn)

Mayoritas publik tolak usul penundaan Pemilu 2024, baik dengan alasan ekonomi, pemindahan IKN maupun perpanjangan jabatan Presiden Jokowi.


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News