Kamis, 22 November 2018 – 17:38 WIB

Suryo Bambang Sulistio Pimpin Kadin

Senin, 27 September 2010 – 01:41 WIB
Suryo Bambang Sulistio Pimpin Kadin - JPNN.COM

JAKARTA - Suryo Bambang Sulistio akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Usai terpilih, pengusaha berusia 63 tahun itu mengulangi komitmennya sesuai visi dan misi yaitu menuju ekonomi Indonesia yang tangguh. Salah satu caranya adalah dengan berjanji mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan tidak segan mengkritisi pemerintah.
   
Di dalam programnya, kata Suryo, dirinya ingin memberikan perhatian yang lebih banyak pada pembangunan ekonomi di daerah. Dia berpendapat bahwa ekonomi di daerah itu letak kekuatan daripada ekonomi bangsa. "Peluang-peluang usaha banyaknya di daerah. Maka kita akan memberikan lebih banyak perhatian, mendorong investor untuk berinvestasi di daerah dan ekonomi daerah bisa bangkit," ungkapnya di Jakarta, Minggu (26/9) malam.

Menurut Suryo, hal tersebut bisa dikoordinasikan melalui program dari Kadin daerah agar bersama-sama menjadi solusi bagi pembangunan. Tujuannya adalah menciptakan kemakmuran bangsa Indonesia.

Suryo merasa yakin peningkatan perekonomian nasional bisa dilakukan melalui pertumbuhan ekonomi daerah. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah, Suryo juga berjanji akan mendorong pemanfaatan sebesar-besarnya investasi asing dan dalam negeri untuk kemakmuran bangsa. "Saya yakin kontribusi Kadin pada pembangunan ekonomi Indonesia yang tangguh akan sangat berperan di masa depan," ucapnya.

Disinggung apakah dirinya akan menjadi ketua Kadin yang independen dan sanggup mengkritisi pemerintah, kata Suryo, tidak ada keraguan untuk itu. "Kritis memang perlu. Barangkali sebaiknya menjadi mitra yang efektif, kita memberi masukan, saran dan kritik apabila kita berpendapat kalau memang itu kurang tepat bagi dunia bisnis," ungkapnya.

Seringkali, kata Suryo, ada aturan pemerintah yang kontraproduktif dan tidak memberikan dampak positif  bagi dunia usaha. Ketika itu terjadi maka Kadin harus menunjukkan perannya. "Bahkan sebaiknya kita melakukan antisipasi agar hal tersebut tidak terjadi," imbuhnya.

Langkah pertama yang akan dilakukan Suryo saat ini adalah menyempurnakan struktur organisasi di Kadin. Itu lah yang akan dia prioritaskan dalam 100 hari program Kadin. "Menata Kadin kembali, melihat dan menyempurnakan organisasi ini agar bisa memberikan sesuatu yang lebih baik untuk anggotanya, Kadinda (Kadin daerah), sebagai mitra pemerintah yang efektif," ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat, mengatakan Kadin memang perlu menata kembali struktur kepengurusannya. Yang ada saat ini tidak efektif karena lebih banyak yang tidak kerja. Dari hampir 700 pengurus, hanya 150 orang yang bekerja. "Jadi ke depan saya harap 150 anggota saja sudah cukup," kata Ade.

Begitu pun dengan jabatan wakil ketua umum. Saat ini jumlahnya ada 27 orang. Angka tersebut dinilai terlalu gemuk karena pada akhirnya tidak efektif. Banyak yang bisa ditangani satu orang tetapi jadi repot karena ada dua kepala. "Paling tidak, 15 sampai 18 wakil ketua umum saja sudah cukup," usul Ade.

Menanggapi hal itu, Suryo belum berpikir untuk merampingkan organisasinya. Dia mengaku belum mengkaji lebih dalam terkait hal itu. "Saya kira bukan merampingkan, bisa saja kita  menambah staf. Yang penting Kadin ini bisa menjadi lembaga yang betul-betul di situlah letak banyaknya tenaga-tenaga ahli, professional, memiliki data center yang terkini yang menyangkut masalah-masalah bisnis. Dan Kadin harus memberikan banyak masukan yang bermanfaat," imbuhnya.

Bagaimana dengan kekhawatiran pihak lain karena mengetahui adanya kedekatan dengan Aburizal Bakrie? "Lah kenapa? Saya dekat dengan banyak juga anggota parpol yang lain. Kadin adalah Kadin, kadin adalah institusi yang mengatur masalah bisnis, tidak ada hubunganya dengan politik, bahwa di Kadin ada orang politik itu datang dari mana-mana, tidak hanya satu parpol saja," jawabnya.
   
Suryo juga mengaku tidak akan terganggu perusahaan miliknya karena sudah dilepas kepada anaknya. "Alhamdullilah saya ini hanya menjadi penasehat, perusahaan saya sudah dialihkan ke anak saya, saya akan mencurahkan waktu saya ke kadin. Di Bumi (Resources) itu kan hanya komisaris utama, tidak banyak waktu yang tersita," jelasnya.(gen)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar