Tabloid Meghan

Oleh Dahlan Iskan

Tabloid Meghan
Dahlan Iskan.

jpnn.com - "Jangan sampai sejarah terulang."

Itulah kalimat yang membuat saya menulis ini --hari ini.

Yang mengucapkan kalimat itu pewaris kerajaan Inggris: Pangeran Harry. Dengan nada yang memelas.

Baca Juga:

Kalimat itu sekaligus menjadi alasan: mengapa ia mendukung langkah istrinya, Meghan Markle, yang mengajukan gugatan ke pengadilan.

Yang digugat adalah koran-koran Inggris grup media Associated Newspapers (Kini DMG Media). Yakni Daily Mail, MailOnline, Metro, dan penerbitan lain di grup itu.

Tokoh seperti Elton John dan Hillary Clinton mendukung langkah Meghan itu. Itulah koran-koran yang mengutamakan gosip. Khususnya gosip keluarga kerajaan.

Baca Juga:

Kalimat Pangeran Harry itu memang juga mengingatkan sejarah duka ibunya: Lady Di. Yang tidak henti-hentinya jadi bahan gosip koran dan tabloid Inggris.

Yang membuat sang ibu terbirit-birit. Dengan naik mobil Mercy-nyi. Di malam hari. Sampai mengalami kecelakaan fatal. Yang membuat Lady Di meninggal dunia. Demikian juga pacarnyi --pacar?-- Dodi Al Fayed.

Ia sudah biasa memberontak. Kawin dengan pewaris kerajaan adalah pemberontakan tersendiri. Janda kawin perjaka pemberontakan yang lain lagi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News