Tak Tahan Digebukin Terus, Istri Laporkan Oknum Kades

Tak Tahan Digebukin Terus, Istri Laporkan Oknum Kades
May, korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) saat melaporkan suaminya yang juga oknum kades. Foto: metrotabagsel

Begitu bertemu, MA langsung marah-marah dan merampas handphone milik May. Lalu MA membantingkan handphone milik istrinya itu ke lantai. May berusaha untuk meredam emosi suaminya saat itu. Namun tak berhasil.

Bagai orang ‘kesurupan’ MA kemudian mengambil gelas dari atas meja, lalu dibantingkannya ke lantai. Pecahan gelas kemudian melukai tangan May. Ia tak mengira jika MA tega berlaku kasar padanya. Padahal saat itu, beberapa rekan-rekannya pegawai di kantor turut menyaksikan.

Tak terima atas perlakuan suaminya May akhirnya membuat pengaduan ke Polres Batubara diterima oleh Aiptu BT Damanik dengan STBL No: 146/VII/2018/Polres Batubara, tanggal 11 Juli 2018.

Menurut May, bukan kali itu saja dia dianiaya oleh suaminya itu. Sebelumnya, Maya mengaku pernah diseret-seret MA keluar dari mobil rombongan teman-teman yang akan pergi rekreasi. “Tak cuma diseret, aku juga dianiaya,” akunya.

Lebih lanjut dijelaskan May, jika terjadi percekcokan antara dia dengan suami, MA kerap kali memukul. “Aku sudah tidak tahan lagi hidup sama dia. Aku mau pisah,” tegas May.

Hingga kini, May merasa kecewa. Pasalnya, sejak dilaporkan hingga kini, proses hukum terhadap suaminya itu belum berjalan. Dia berharap pihak kepolisian segera memproses laporannya guna meminta pertanggungjawaban MA secara hukum.

Terpisah, Plt Kasat Reskrim Polres Batubara, AKP Herry Tambunan, melalui Kanit PPA Bripka Dian Novita Sari, dikonfirmasi Senin (30/7) membenarkan laporan tersebut.

Menurut Dian, kini pihaknya sedang melakukan penyelidikan dengan memanggil saksi-saksi guna diambil keterangan yang nantinya disertai hasil visum. Selanjutnya akan dilakukan gelar untuk mendudukan suatu perkara. “Ya, besok saksi-saksi akan kita periksa”, ujar Kanit PPA. (tnc/mjc/int)


Seorang istri, berinisial May, 27, melaporkan suaminya, MA, 51, ke polisi karena sudah tidak tahan diperlakukan kasar.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News