Tangisan dan Teriakan Pengungsi Rohingya Saat Didemo dan Diusir Mahasiswa Aceh

Tangisan dan Teriakan Pengungsi Rohingya Saat Didemo dan Diusir Mahasiswa Aceh
Para pengungsi Rohingya berada di tempat penampungan sementara setelah mendarat di Kuala Matang di Aceh Timur hari Senin. (Foto: Antara, Hayaturrahmah via Reuters)

Lebih dari ratusan orang berdemo di Balai Meuseuraya Aceh, gedung yang menjadi tempat penampungan sementara warga Rohingya. 

Para demonstran menuntut agar para pengungsi Rohingya dideportasi, yang kemudian berakhir dengan memaksa para pengungsi untuk pergi dari balai tersebut.

Sebuah rekaman video menggambarkan para mahasiswa, kebanyakan menggunakan jas berwarna hijau, berlari ke arah para pengungsi, termasuk anak-anak, yang sedang duduk di lantai dan menangis ketakutan.

Menurut sejumlah mahasiswa keberadaan pengungsi Rohingya di Aceh membuat warga menjadi resah.

"Mereka tuh melakukan hal-hal yang tidak masuk akal, seperti mogok makan, minta tempat layak ... datang aja mereka di sini enggak diundang ... tapi kaya ngerasa ini negara mereka," kata Della Marsida, seorang mahasiswi.

"Jika imigran etnis Rohingya tidak mampu dideportasi keluar Aceh, maka kami pastikan dan saya yakinkan mahasiswa akan hadir berlipat ganda dalam melawan kebijakan pemerintah," ujar Wariza Anis Munandar, mahasiswa lainnya.

Warga Rohingya kemudian digiring keluar gedung dan naik ke dalam sebuah truk terbuka, beberapa dari mereka membawa barang-barang dalam kantong plastik.

Dalam pernyataannya, Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) mengatakan "sangat terganggu melihat serangan massa di lokasi yang melindungi para pengungsi yang rentan" serta menyerukan agar ada perlindungan yang lebih baik.

Badan PBB menilai penolakan pengungsi Rohingya, termasuk pengusiran yang dilakukan sejumlah mahasiswa di Aceh disebabkan karena misinformasi dan kebencian terhadap warga Rohingya di sosial media

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News