Tanpa BPBD, Daerah Tidak Peroleh Bantuan Dana Bencana

Tanpa BPBD, Daerah Tidak Peroleh Bantuan Dana Bencana
Tanpa BPBD, Daerah Tidak Peroleh Bantuan Dana Bencana

Dengana alasan itu pula, Syamsul Ma’arif, membuat Desa Tangguh. Dia ingin masyarakat yang selama ini bergabung pada Posyandu, Pos KB, pramuka, tokoh masyarakat dan lain-lainnya, juga berperan sebagai potensi pada Desa Tangguh. Masyarakatnya dilatih. Bila terjadi musibah, mereka ini bisa memberikan pertolongan, sebelum bantuan itu datang.

Syamsul memberikan contoh di Padang. Di sana, setelah berkali-kali digoncang bencana, mereka secara mendirikan sealter swadaya. Mereka menyiapkan untuk tempat pengungsian yang tingginya sampai 12 meter, yang bisa menampung banyak orang. Meski hanya mampu menampung puluhan orang, namun sudah menyelamatkan sekian banyak nyawa.

Hal itulah, katanya, yang ingin dikembangkan ke daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. Dia mengharapkan para donator atau pimpinan daerah mempunyai desa binaan, yang menuju ke Desa Tangguh. Sebab, di Indonesia, jumlahnya sangat sedikit.

Desa Tangguh ini berfungsi untuk antisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Mereka juga menghindari dari resiko. Selain itu bisa beradaptasi terhadap keadaan yang terjadi, bahkan sampai pemulihan kembali setelah bencana itu berlalu, Desa Tangguh bisa melakukannya. (din)

SURABAYA - Meski di Indonesia sering terjadi bencana nasional, namun tidak semua daerah memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD).


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News