Sabtu, 18 November 2017 – 04:21 WIB

Tasmania Didesak Jadi Pusat Penelitian Limbah di Australia

Senin, 06 November 2017 – 16:00 WIB
Tasmania Didesak Jadi Pusat Penelitian Limbah di Australia - JPNN.COM

Diskusi seputar sampah di negara bagian Tasmania, Australia, biasanya berkutat di sekitar olahraga atau distribusi pajak barang dan jasa, namun pekan ini ada desakan untuk menjadikan negara bagian ini sebagai pusat penelitian limbah di Australia.

Ketua organisasi GreenCell, Ian Wright, telah menghabiskan puluhan tahun untuk meneliti cara mengubah limbah menjadi produk berharga.

Kini, ia ingin agar Hobart ditetapkan sebagai pusat penelitian limbah Australia.

"Australia adalah pelopor dalam penelitian lingkungan, dan Hobart khususnya -itulah mengapa saya ingin melakukannya di sini," kata Wright.

"Orang-orang Tasmania jauh lebih proaktif daripada orang-orang di negara bagian lainnya."

Fasilitas penelitian pengelolaan limbah yang diusulkan akan bekerja dengan cara yang sama dengan CSIRO (Lembaga Penelitian Australia) dan Institut Studi Kemaritiman dan Antartika (IMAS), untuk mengkoordinasikan dan menyusun penelitian tentang cara untuk mengurangi limbah dan penggunaan kembali sejumlah produk seperti plastik.

Menciptakan fasilitas penelitian utama adalah salah satu tujuan dari Asosiasi Pengelolaan Limbah Australia (WMAA), yang juga bekerja untuk melobi pemerintah negara bagian dan federal untuk menciptakan kebijakan limbah yang lebih seragam di seluruh Australia.

Bekerja sama kurangi TPA

Brad Mashman, direktur utama Recovery (Tas) Pty Ltd dan anggota WMAA, mengatakan bahwa memiliki lebih banyak kebijakan dan target limbah yang seragam akan membantu Australia mengurangi masalah TPA (Tempat Pembuangan Akhir Sampah).

"Ini benar-benar tentang penetapan tujuan," kata Mashman.

"Hal itu diperlukan rencana yang keluar dari program Persemakmuran (negara), tapi pemerintah negara bagian juga harus lebih jelas dan meyakinkan mengenai tujuan yang mereka tetapkan untuk setiap negara bagian, karena limbah tidak benar-benar berubah dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya."

Brad Mashman memulai toko barang bekas pertama Australia di negara bagian Tasmania, lebih dari 20 tahun lalu.
Brad Mashman memulai toko barang bekas pertama Australia di negara bagian Tasmania, lebih dari 20 tahun lalu.

936 ABC Hobart: Carol Raabus

Mashman mengatakan bahwa episode ‘Limbah’ di program TV Four Corners telah mengungkap kesenjangan dalam program pengelolaan limbah Australia saat ini dan bagaimana cara-cara penanganan limbah yang berbeda oleh dewan lokal bisa dieksploitasi.

Memiliki fasilitas penelitian utama dan prosedur pengelolaan limbah terkoordinasi akan membantu mencegah hal ini, pendapatnya.

"Banyak orang pada umumnya berpikir bahwa Australia melakukan hal yang benar seputar limbah, tapi itu hanya komunitas kecil," kata Mashman.

"Tujuan kami adalah untuk bekerja dengan Universitas Tasmania, misalnya, untuk memastikan komunitas-komunitas itu digabungkan menjadi fasilitas penelitian."

Mashman mengatakan, hak pemerintah untuk menetapkan arah untuk memungkinkan dan mendorong perusahaan untuk menemukan keuntungan dengan solusi limbah.

"Pada tahun 90an, Tassie (Tasmania) memimpin dalam reformasi limbah, terutama dalam soal menciptakan nilai tambah pada limbah daur ulang," katanya.

"Apa yang benar-benar bagus tentang Tasmania adalah bahwa ada banyak entitas publik dan swasta yang bekerja untuk hasil yang lebih baik.”

"Kami akan menjalani Pemilu pada bulan Maret mendatang dan itulah yang kami fokuskan, untuk melihat siapa yang tertarik pada titik itu, dan ada ketertarikan dari setiap partai di Tasmania."

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

 
SHARES
Komentar