Tembus KCB, Alice Datangkan Guru Ngaji

Tembus KCB, Alice Datangkan Guru Ngaji
Para pemeran film Ketika Cinta Bertasbih, memberi keterangan kepada pers.
JAKARTA – Perjalanan panjang audisi untuk menentukan lima aktor utama film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) berakhir sudah. Setelah melakukan audisi selama 3,5 bulan, pada acara grand final audisi KCB yang berlangsung Minggu (14/9) malam, di studio satu  RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, lima orang terpilih sebagai dari total 18 orang yang selama ini bersaing.

Lima orang yang terpilih itu adalah Alice Norin (berperan sebagai Eliana), M Cholidi Asadil Alam (Azzam), Andi Arsyil Rahman Putra (Furqon), Meyda Sefira (Husna), dan Oki Setiana Dewi (Anna). Kelima peserta audisi tersebut berhasil mencuri perhatian para juri yang terdiri atas Neno Warisman, Didi Petet, Deddy Mizwar, dan Chairul Umam.

Lima tokoh utama itu untuk kali pertamanya tampil di depan wartawan sekaligus untuk diperkenalkan kepada publik. Pada kesempatan itu, kelimanya tampak masih belum bisa menutupi euforia karena bisa menaklukkan pesaingnya di audisi sebelumnya.’’Saya bersyukur bisa tampil dan berkesempatan untuk pertama kalinya bermain di film layar lebar. Semoga ini akan mampu mengawali karir saya ke depan,’’ ujar Cholidi.

Rasa bangga juga tampak terpancar dari wajah Alice. Dia menjadi satu-satunya artis di antara empat pesaingnya. Saat ini wajah gadis kelahiran Norwegia itu sudah muncul di sejumlah sinetron unggulan di Indonesia. ’’Saya akan berusaha untuk tampil sebaik-baiknya agar film ini nanti bisa memberikan kesan yang mendalam kepada penonton layaknya Ayat-Ayat Cinta,’’ cetus istri DJ Riri tersebut sambil tersenyum.

Menurut Alice, dapat memerankan tokoh Eliana pun menjadi salah satu impiannya. Bahkan, untuk memperbesar peluang dia untuk bisa lolos dalam audisi, Alice sampai-sampai mendatangkan guru mengaji untuk mengasah kemampuannya. Beruntung, usaha tersebut tidak menjadi sia-sia. ’’Sampai-sampai empat kali seminggu aku belajar mengaji, dan untungnya juri juga melihat peningkatan pesatku,’’ jabarnya. 

Film yang cukup menyedot rasa penasaran publik itu diangkat dari novel karya Habiburrahman El Shirazy. Sinemaart memproyeksikan bahwa film tersebut diharapkan bisa mengikuti jejak sukses film Ayat-Ayat Cinta (AAC). Rencananya, syuting film KCB akan dimulai Oktober mendatang, di Kairo, Mesir.

Cerita dalam novel yang terbit dua jilid tersebut, Habiburahman El Shirazy, kembali berhasil mengaduk-aduk emosi pembaca. Karya dwilogi itu masih bercerita dengan latar belakang Mesir. Pemeran utama dimainkan oleh Abdullah Khairul Azzam, seorang mahasiswa Indonesia yang datang jauh-jauh dari pelosok desa di pulau jawa untuk melanjutkan studinya di Mesir. Kisah kehidupan Azzam itulah yang diangkat menjadi suatu runtutan cerita dalam film tersebut.

’’Ceritanya penuh dengan romantika yang sarat dengan hikmah dan mengajari tentang hidup, cinta dan bagaimana mengatur skala prioritas dalam mengambil tindakan dan itu yang membuat kami antusias,’’ cetus Andi yang berperan sebagai Furqon. (zul/tia)

JAKARTA – Perjalanan panjang audisi untuk menentukan lima aktor utama film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) berakhir sudah. Setelah melakukan audisi


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News