Tenang, Kebocoran Data Facebooker Tak Berefek ke DPT Pilkada

Tenang, Kebocoran Data Facebooker Tak Berefek ke DPT Pilkada
Mendagri Tjahjo Kumolo. Foto dok JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menjamin kebocoran data satu juta pengguna Facebook di Indonesia ke lembaga riset Inggris tidak akan berpengaruh pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2018.

Alasannya, tidak ada kaitan antara informasi tentang pengguna Facebook atau Facebooker dengan data kependudukan yang digunakan sebagai dasar untuk menentukan daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Serentak 2018 di 171 daerah. 

"Jadi tidak ada kaitan. Data kependudukan tetap aman. Apalagi enggak bakal ada orang yang bisa menggunakan e-KTP palsu untuk menggunakan hak pilih," ujar Tjahjo di Jakarta, Rabu (18/4).

Mantan sekretaris jenderal PDI Perjuangan itu menegaskan, karakter masyarakat Indonesia punya kecenderungan saling memperhatikan pemilih di lingkungan masing-masing. Sangat jarang ada orang asing memilih di sebuah TPS.

"Kalau anda menggunakan KTP anda (untuk memilih,red) di luar kota, orang akan curiga warga mana. Makanya perlu menunjukkan e-KTP yang asli. Kemudian juga, enggak mungkin orang pakai KTP double untuk memilih," katanya.

Sebelumnya, Facebook mengakui data sejuta Facebooker bocor ke lembaga riset Cambridge Analytica. Total di seluruh dunia ada data 87 juta Facebooker yang bocor ke lembaga penelirian asal Inggris itu.

Yang terbesar adalah data pengguna Facebook di Amerika Serikat yang mencapai 70,6 juta user. Sedangkan Indonesia ada sejuta data Facebooker yang bocor ke pihak ketiga.(gir/jpnn) 


Mendagri Tjahjo Kumolo menjamin kebocoran data satu juta pengguna Facebook di Indonesia tak akan memengaruhi pelaksanaan Pilkada Serentak 2018.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News