Tentara Syria Tangkap 500 Aktivis Antipemerintah

Tentara Syria Tangkap 500 Aktivis Antipemerintah
Tentara Syria Tangkap 500 Aktivis Antipemerintah
Penangkapan aktivis prodemokrasi yang diawali dengan baku tembak di beberapa kota itu mengundang keprihatinan Amnesti Internasional (AI). "Dengan meminjam tangan militer dalam merepresi oposisi, pemerintah Syria telah membulatkan tekad mereka untuk membungkam suara para aktivis damai negeri itu," sesal Malcolm Smart, direktur AI untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyebut aksi militer di Daraa awal pekan ini sebagai reaksi brutal pemerintah terhadap suara rakyat. Sayangnya, kekerasan tetap berlanjut kemarin. Bukan hanya di Daraa yang terletak di perbatasan Syria dan Jordania, melainkan juga di Douma, Al-Muadamiyah dan Jableh. "Rezim (Assad) lebih memilih cara kekerasan seperti pada 1982 lalu," kata seorang diplomat Syria.

Pada 1982 lalu, Hafez al-Assad (ayah Assad), juga menggunakan kekerasan untuk membungkam suara oposisi. Kota Hama yang terletak di sebelah utara ibu kota Syria (Damaskus) itu banjir darah. Nyawa sedikitnya 30.000 warga melayang. "Tapi, saya tidak yakin cara yang sama akan menuai sukses di era internet dan telepon berkamera seperti sekarang," kata diplomat yang merahasiakan identitasnya tersebut.

   

Kekejaman pasukan pemerintah memang tergambar jelas di internet. Salah satunya adalah video brutal yang direkam di kawasan Barzeh, pinggiran Kota Damaskus. Berbalut seragam militer dan menyandang senjata otomatis, sejumlah serdadu terlihat memukuli dan menembaki warga sipil tanpa ampun. Padahal, tak seorang warga pun yang terlihat membawa senjata.

BEIRUT - Krisis politik di Syria semakin parah. Tak sekedar merepresi oposisi yang terus mendesak Presiden Bashar al-Assad mundur, pasukan pemerintah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News