JPNN.com

Tepergok Berduaan dengan Istri Tetangga, Oknum Kepala Desa Diarak Warga

Jumat, 22 November 2019 – 02:34 WIB Tepergok Berduaan dengan Istri Tetangga, Oknum Kepala Desa Diarak Warga - JPNN.com

jpnn.com, SIMALUNGUN - Seorang oknum kepala desa di Kecamatan Ujung Padang, Simalungun, Sumatera Utara, berinisial FZ diarak warga setelah tepergok berduaan bersama selingkuhannya, YI, istri dari EY, yang merupakan tetangganya sendiri, Senin (18/11).

Selain diarak keliling desa, kepala desa itu juga telah dilaporkan ke Mapolsek Bosar Maligas oleh suami dari wanita selingkuhannya.

Sebagaimana dilansir sumutpos.co, FZ disebut dipergoki warga saat sedang berduaan dengan YI di Dusun IV, Nagori Kampung Lalang, Kecamatan Ujung Padang, Simalungun, Rabu (13/11) sekitar pukul 23.00 WIB.

Keduanya digerebek warga setelah FZ terlihat masuk ke rumah YI, saat suaminya EY sedang tidak di rumah. Tak lama kemudian, warga bersama sang suami menggerebek FZ dan YI sedang berduaan di dalam rumah. Keduanya pun diarak warga ke balai desa setempat.

“Memang, malam itu tidak sampai dihakimi warga yang emosi. Tetapi, malu karena diarak warga ke balai desa. Kejadian ini bukan pertama kali. Padahal, udah pernah juga dipergoki selingkuh sama IRT lain,” kata sumber yang ditemui di Mapolsek Bosar Maligas, Selasa (19/11) siang.

Saat dinterogasi warga di Balai Desa itu, YI mengaku telah menjalin hubungan layaknya suami-istri tanpa ada paksaan. Namun sebaliknya, FZ bersikukuh tidak mengakui apa yang dituduhkan warga kepadanya.

Alhasil, EY bersama sejumlah warga Kampung Lalang Kecamatan Ujung Padang melaporkan hal itu ke pihak kepolisian sektor Bosar Maligas. Di akhir pertemuan itu, warga desa kemudian disebutkan tidak bersedia lagi dipimpin FZ sebagai kepala desa.

Mereka pun meminta Bupati Simalungun untuk memberhentikan FZ sebagai kepala desa Nagori Kampung Lalang. Terpisah, Camat Ujung Padang Muhammad Fikri Damanik mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih rinci terkait dugaan perselingkuhan tersebut.

“Belum bisa komen saya. karena sampai hari ini yang dimaksud belum bisa kami hubungi. Dari semalam kami hubungi untuk konfirmasi dan melapor belum bisa,” sebutnya ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...