Teriakan Takbir, Botol Air Mineral Pun Melayang

Teriakan Takbir, Botol Air Mineral Pun Melayang
Demo menolak Gereja Santa Clara di Bekasi Utara sempat ricuh. Foto: GoBekasi

jpnn.com, BEKASI - Ratusan orang yang tergabung dalam Majelis Silaturahmi Umat Islam Bekasi (SUIB) menggelar aksi demonstrasi menolak pembangunan Gereja Santa Clara di Bekasi Utara, Jumat (24/3). Aksi ini diwarnai kericuhan antara demonstran dengan aparat kepolisian setempat.

Berdasarkan laporan reporter GoBekasi.co.id di lapangan, massa yang berjumlah ratusan orang meneriakkan yel-yel. Kemudian sang orator berusaha menenangkan massa tersebut dan massa berangsur-angsur tenang.

“Dengar! Tidak ada suara, saya mohon diam semuanya. Satu komando diam. Bapak polisi kedatangan kami bukan menjadi musuh Anda. Diam (kepada massa) diam sabar, jangan sampai Anda rela ngeluarin tembakan apa itu maksudnya? Eh… ngluarin tembakan,” ujar orator di mobil komando.

Suara tembakan peringatan pun terdengar, anggota Polres Metro Bekasi Kota terlihat merangsek ke massa. Massa pun memekikkan takbir dan tak lama botol air mineral dilempar ke arah polisi.

Massa kemudian terdengar meneriakkan, “Kami anti provokasi.” Berulang kali. Polisi kemudian menembakkan gas air mata ke arah massa.

Sampai berita ini diturunkan, demonstrasi penolakan Gereja Santa Clara masih berlangsung. (kub/gob)


Ratusan orang yang tergabung dalam Majelis Silaturahmi Umat Islam Bekasi (SUIB) menggelar aksi demonstrasi menolak pembangunan Gereja Santa Clara


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber GoBekasi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News