Ternyata Ini Resep Tontowi/Liliyana Juara di French Open

Ternyata Ini Resep Tontowi/Liliyana Juara di French Open
Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir. Foto: Badminton Indonesia

jpnn.com, PARIS - Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir mengubur satu-satunya harapan Tiongkok menjadi juara di French Open.

Tontowi/Liliyana membawa pulang gelar seri ke-10 dari 13 ajang dalam kalender Metlife BWF World Superseries itu setelah mengandaskan perlawanan Zheng Siwei/Chen Qingchen, dengan skor 22-20, 21-15.

Kemenangan ini juga menunda ambisi pasangan ranking satu dunia tersebut untuk membayar kekalahan di final World Championships 2017.

Penampilan Tontowi/Liliyana di final memang luar biasa. ketinggalan 3-9 tak membuat semangat mereka padam. Ketenangan dan kesabaran di lapangan membuat pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 ini justru membuat Zheng/Chen kerepotan. Penempatan bola Liliyana dan smes Tontowi seringkali gagal dikembalikan dengan baik.

“Kunci kemenangan kami memang bermain tenang, menikmati permainan dan merasa rileks. Kami tidak mau memikirkan menang atau kalah, coba yang terbaik saja dulu. Kami tahu mereka mau balas kekalahan, jadi kami tetap fokus terus. Zheng/Chen adalah pasangan yang bagus, kami tidak mau memberi kesempatan kepada mereka,” ujar Tontowi seperti dikutip dari Badminton Indonesia.

“Kami sudah pernah bertemu Zheng/Chen, dan dalam dua pertemuan terakhir kami bisa menang. Ini menjadi modal buat kami. Gelar-gelar penting sudah kami dapatkan, jadi kami tampil rileks di turnamen level superseries,” imbuh Liliyana.

Di kalangan ganda campuran dunia, Tontowi/Liliyana kini mulai dikenal sebagai duet yang kerap menyulitkan pemain-pemain Tiongkok, yang terkenal sulit dikalahkan.

“Saya dan Tontowi sudah lama sekali berpasangan. Yang penting komunikasi dijaga terus dan tenang. Terima kasih buat pelatih saya, teman terbaik saya, Vita Marissa, yang sudah mendampingi saya dan Owi selama bertanding di Denmark dan Paris,” ujar Liliyana.

Kemenangan hari ini membuat Tontowi/Liliyana mengulang sukses tahun 2014 dimana kala itu mereka juga menjadi jawara. Buat Liliyana, ini adalah gelar ketiganya di Paris. Pada tahun 2009, Liliyana juga menjadi juara bersama Nova Widianto.

“Saya suka bertanding di Paris, suporternya luar biasa antusias. Kotanya juga indah, jadi saya merasa senang berada di sini, suka sama situasinya,” ujar Liliyana.

BWF Superseries Finals 2017 di Dubai Desember nanti menjadi target selanjutnya buat Tontowi/Liliyana. “Kami sudah enam kali tanding di superseries finals dan belum pernah tembus semifinal. Dengan bekal gelar di tahun 2017 ini serta penerapan strategi yang benar, komunikasi terus sama Owi, saya yakin kami bisa juara di sana, mudah-mudahan kami bisa,” pungkas Liliyana. (adk/jpnn)


Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir tak lupa menyebut nama Vita Marissa.


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News