Terobosan Jokowi di BP Batam Diusik, Irma Suryani Chaniago Protes

Terobosan Jokowi di BP Batam Diusik, Irma Suryani Chaniago Protes
Komisaris Independen PT Pelindo I Irma Suryani Chaniago. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Komisaris Independen PT Pelindo I Irma Suryani Chaniago memprotes langkah DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengusik terobosan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di BP Batam.

Hal itu menyusul langkah DPRD Kepri menyurati Presiden Jokowi yang pada intinya meminta jabatan ex-officio wali kota Batam sebagai kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) dicabut,

Irma menegaskan usulan DPRD Kepri itu sebagai langkah mundur percepatan pengusahaan kawasan perdagangan bebas yang terukur dan bermanfaat bukan saja untuk masyarakat tetapi juga untuk pemerintah.

Sebab, jabatan ex-officio kepala BP Batam itu merupakan terobosan pemerintah Presiden Jokowi dari penantian panjang atas dualisme kepentingan yang terjadi di Batam.

"Masak terobosan presiden yang brilian digugat? Enggak salah tuh cara berpikirnya?" ucap Irma dalam keterangan yang diterima JPNN.com, Selasa (11/5).

Semestinya, kata mantan politikus Senayan itu, penyatuan jabatan BP Batam tersebut didukung demi terwujudnya kawasan perdagangan yang lebih berdaya saing dan menciptakan iklim ekonomi yang sehat meskipun bebas.

"Kepentingan bangsa dan negara jangan diaduk-aduk hanya karena kepentingan politik praktis," kata Irma melontarkan sindiran.

Perempuan berdarah Minang itu juga menilai terlalu mahal harga yang harus dibayar bila jabatan BP Batam dikembalikan seperti semula. Sebab, secara objektif, sejak jabatan ex-officio berlaku telah terjadi penyederhanaan birokrasi.

Irma Suryani mengatakan jabatan ex-officio kepala BP Batam merupakan terobosan pemerintah Presiden Jokowi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News