Terseret Arus Saluran Irigasi, Balita di Tanggamus Meninggal Dunia

Terseret Arus Saluran Irigasi, Balita di Tanggamus Meninggal Dunia
Ilustrasi TKP balita tewas terseret arus. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - TANGGAMUS - Seorang balita berusia 2,5 tahun bernama Alifah Gania meninggal dunia akibat terseret arus saluran irigasi di Pekon Sidodadi, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa (4/4) sore.

“Bahwa telah meninggal dunia anak balita berusia dua setengah tahun akibat terseret arus irigasi di Pekon Sidodadi pada hari Selasa (4/4),” kata Kapolsek Semaka, Polres Tanggamus, Polda Lampung, AKP I Ketut Gister saat dihubungi di Tanggamus, Kamis (6/4).

Dia menjelaskan kronologi kejadian bermula pada Selasa (4/4), sekitar pukul 13.30 WIB, ada tiga anak kecil sedang bermain di teras rumah Saiman, kakek dari korban.

Namun, kejadian tenggelamnya korban tidak disadari oleh kedua rekannya.

Keduanya bahkan telah pulang, sehingga orang tua korban menanyakan dan melakukan pencarian putrinya.

Orang tua korban mencari ke arah Pekon Bangun Rejo sampai Pekon Sidodadi.

Lalu, orang tua mendapatkan kabar sekitar pukul 15.30 WIB bahwa korban ditemukan di Pekon Sidodadi dalam keadaan meninggal dunia oleh saksi Diki.

Kemudian, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat pada Selasa (4/4) sekitar pukul 16.30 WIB bahwa telah ditemukan anak perempuan dalam keadaan meninggal di saluran irigasi Pekon Sidodadi, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus.

"Setelah dilakukan identifikasi akhirnya diketahui korban merupakan putri dari Hendrik, warga Dusun Rejo Mulyo, Pekon Kanoman, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus," kata Ketut Gister.

Seorang balita di Tanggamus, Lampung, tewas akibat terseret arus saluran irigasi. Begini kronologinya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News