Terus Berlatih agar Tidak Grogi di Depan Ilmuwan Dunia

Terus Berlatih agar Tidak Grogi di Depan Ilmuwan Dunia
HARUMKAN BANGSA: Dari kiri, Diannisa Paramitha Susantono, Anastasia Michelle Pratanata, dan Michelle Audrey Darmadi menjadi presentator di London International Youth Science Forum (LIYSF) 2014. Foto: Hilmi Setiawan/Jawa Pos

Dari seluruh sampel penelitian anak-anak penderita talasemia di RSCM, kata Anastasia, sekitar 75 persen mengalami gagal tumbuh. Mereka berkesimpulan, keterkaitan antara penumpukan besi bebas pada penderita talasemia dan kasus gagal tumbuh cukup besar.

Pada orang normal, penumpukan besi bebas dalam tubuh idealnya hanya 250 nanogram/mililiter. Pada penderita talasemia, penumpukan besi bebas dalam tubuh bisa sepuluh kali lipat lebih tinggi.

’’Dari makanan saja, bisa menghasilkan besi. Ditambah proses transfusi darah yang rutin dilakukan si penderita,’’ jelasnya.

Michelle Audrey Darmadi lantas berbagi tip untuk mencegah terjadinya kasus talasemia. Dia menyatakan, tes kondisi darah penting dilakukan, khususnya bagi pasangan sebelum menikah.

Menurut dia, jika si ibu dan bapak sama-sama punya talasemia mayor (dengan gejala), hampir dipastikan anak mereka nanti positif talasemia. Jika si ibu dan bapak sama-sama talasemia minor (tanpa gejala), anak mereka bisa mengalami tiga potensi yang berbeda.

Potensi pertama, 25 persen si anak terlahir dalam kondisi normal alias negatif talasemia. Potensi kedua, 25 persen si anak terlahir dalam keadaan positif talasemia. Potensi ketiga, 50 persen si anak lahir sebagai pembawa sifat talasemia.

Selain upaya pencegahan dengan deteksi kondisi sel darah merah, Michelle berbagi tip menangani anak-anak dengan talasemia. Dia menuturkan, selama ini ada tiga jenis obat yang bisa digunakan penderita talasemia. Yaitu, deferoksamin (suntik), deferiprone (oral), dan deferasirox.

Tiga jenis obat itu dipakai untuk terapi kelasi besi bagi penderita talasemia. Terapi kelasi besi dengan dosis yang tepat bisa menekan potensi gagal tumbuh anak hingga delapan kali lipat.

LAGI, kiprah mahasiswa Indonesia mencatat prestasi. Penelitian tiga mahasiswi Fakultas Kedokteran UI berhasil menembus forum ilmiah anak muda tingkat

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News