Tidak Ada Toleransi Soal Kualitas di UT, Wako Madiun & Tina Toon Mengaku Pernah Mengulang

Tidak Ada Toleransi Soal Kualitas di UT, Wako Madiun & Tina Toon Mengaku Pernah Mengulang
Rektor UT Prof. Ojat Darojat (kedua dari kiri) diapit Wali Kota Madiun Dr. Maidi, S.H., M.M.,M.Pd. dan anggota DPRD DKI Jakarta Agustina Hermanto, S.Kom., S.H., M.H. yang biasa disapa Tina Toon. Foto Mesya/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wali Kota Madiun Dr. Maidi dan anggota DPRD DKI Jakarta Agustina Hermanto, S.Kom yang biasa disapa Tina Toon didaulat sebagai wisudawan kehormatan Universitas Terbuka (UT).

Uniknya kedua tokoh publik ini ternyata punya kemiripan saat kuliah online di UT. Baik Tina Toon maupun Wako Maidi sama-sama pernah mendapatkan nilai jelek, sehingga diharuskan mengulang kembali.

Tina mengaku mendapatkan nilai jelek karena mengerjakan tugas tidak maksimal. Dia melakukan copy paste untuk beberapa bahan tanpa diubah.

"Rupanya dosen saya tahu dan UT punya alat deteksinya, makanya saya dapat nilai buruk dan harus mengulang," kata Tina Toon di sela-sela wisuda UT Pusat Periode 1 Wilayah 2 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Selasa (28/11).

Sejak saat itu Tina yang mengambil S1 hukum di UT mengaku kapok dan tidak mau lagi copy paste. Setiap tugas dikerjakan serius sehingga tidak ada pengulangan.

Di mata Tina, UT adalah perguruan tinggi online yang sangat mengutamakan kualitas. UT tidak memandang siapa mahasiswanya. Apakah pejabat negara, selebritas, atau masyarakat biasa.

Hal tersebut diakui juga oleh Wako Maidi. Lulusan doktor pertama UT ini mengaku pernah mendapatkan nilai jelek sehingga diminta untuk mengulanginya kembali.

"Tidak ada toleransi dalam hal kualitas di UT, adanya toleransi waktu dan finansial," ujarnya.

Tidak ada toleransi soal kualitas di UT, Wako Madiun & Tina Toon mengaku pernah mengulang 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News