Senin, 21 Januari 2019 – 20:37 WIB

Tinggal Tulang-Kulit, Pecandu Miras Ingin Capai Umur 35

Selasa, 14 Januari 2014 – 17:21 WIB
Tinggal Tulang-Kulit, Pecandu Miras Ingin Capai Umur 35 - JPNN.COM

Beverley Pickorer yang hanya bisa terbaring di tempat tidur. FOTO: getty images

LONDON - Kasus ini mungkin bisa jadi pelajaran bagi pecinta minuman keras (miras). Beverley Pickorer kini hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur. Tubuhnya yang ringkih membuatnya nyaris seperti mayat hidup. Sirosis hati yang menyerang ibu empat anak ini membuatnya masuk ke panti perawatan. Warga Parson Cross, Sheffield, Inggris itu pun pasrah menunggu kematian menjemput.

Dia  tak bisa bangun sendiri meski usianya baru 30-an tahun. Kini ketika  kondisinya semakin kritis, Beverly berharap bisa keluar dari panti dan bisa meninggal dunia dengan tenang di rumah sendiri, kalau bisa hingga umurnya mencapai 35 tahun.

Kondisi Beverly yang kini sangat memperihatinkan itu berasal dari kebiasan buruknya bertahun-tahun. Yakni minuman beralkohol yang membuatnya sebagai pecandu. Saat sehat dulu, ia, mengaku bisa menghabiskan 24 kaleng dan tujuh liter miras dalam sehari.

‘’Saya telah merawat pasangan saya selama lima setengah tahun  dan dia tetap keluar masuk  rumah sakit  dengan sirosis hati,’’ ujar Anthony, kekasih Beverly kepada Mirror, Senin (13/1).

‘’Dia adalah orang termuda di rumah perawatan. Yang dia bisa lakukan hanya tinggal di tempat tidur,’’ ujar pria 31 tahun ini.

Menurut Anthony, kekasihnya ini sudah menjadi pecandu alkohol sejak usia 20 an. Hal tersebut bermula dari persoalan rumah tangganya. Anthony yang juga sempat menjadi pecandu telah berhasil keluar dari kebiasaan buruk yang sama. 

Karena itulah ia bertekad merawat Beverly dan berupaya mengabulkan permintaan terakhirnya, keluar dari panti rehabilitasi dan menghembuskan nafas terakhir di rumahnya di Parson Cross, Sheffield, Inggris.

‘’Ini tragis, kami membuat kesepakatan bahwa saat dia meninggal dia harus meninggal di lengan saya di rumah tapi pihak NHS (panti perawatan) akan terlalu mahal untuk merawatnya di rumah,’’ imbuhnya. (zul/jpnn)

SHARES
TAGS   eropa
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar