Sabtu, 20 Juli 2019 – 12:04 WIB

Tiongkok Sebut AS Perajut Kebohongan

Minggu, 26 Mei 2019 – 23:56 WIB
Tiongkok Sebut AS Perajut Kebohongan - JPNN.COM

jpnn.com, BEIJING - Tiongkok benar-benar marah. Mereka tak terima dengan tudingan AS soal Huawei yang kembali dilontarkan pada Kamis (23/5). Menurut mereka, klaim dari Presiden AS Donald Trump dan anak buahnya merupakan kebohongan tanpa bukti.

”Politisi AS sepertinya terus berusaha merajut kebohongan untuk memperdaya masyarakat mereka sendiri,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lu Kang kepada Agence France-Presse.

Komentar Lu menunjukkan kekesalan Tiongkok terhadap strategi AS untuk menjegal Huawei. Sejak Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk memblokir Huawei, sudah banyak pemain utama industri teknologi global yang memutus hubungan. Kamis lalu Trump dan Menlu AS Mike Pompeo pun kembali menyebut betapa berbahaya teknologi Huawei.

”Anggapan bahwa mereka (Huawei, Red) tak bekerja kepada pemerintah itu salah besar,” ujar Pompeo kepada CNBC.

BACA JUGA: Tiongkok Pamer Senjata yang Bisa Lumpuhkan Industri AS

Beberapa petinggi menganggap Huawei merupakan alasan tersembunyi mengapa AS menyatakan perang dagang dengan Tiongkok. Dalam pidatonya di Huawei University Shenzhen, Duta Besar Tiongkok untuk Inggris Liu Xiaoming mengatakan bahwa perang dagang hanyalah kedok bagi AS untuk mencoba menghambat pengembangan teknologi di negeri Asia Timur itu.

”Dari ratusan alasan, motif AS sebenarnya adalah membatasi kekuatan teknologi kita. Karena itu, mereka tak puas hanya dengan mengusir Huawei dari AS,” paparnya sebagaimana dilansir CCTV.

Menurut dia, perang teknologi justru lebih penting daripada sekadar perseteruan ekonomi. Saat ini teknologi menentukan posisi negara di level global. Sedangkan Tiongkok sudah mulai menunjukkan kekuatan, baik secara pengaruh internasional, sumber daya manusia, maupun komoditas. Karena itu, tak heran bila AS akhirnya berusaha menekan Huawei di pasar internasional.

Sumber : Jawa Pos
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar