Tips Aman Menyantap Hidangan Lebaran

Kamis, 13 Mei 2021 – 13:17 WIB
Tips Aman Menyantap Hidangan Lebaran - JPNN.com
Ilustrasi - opor ayam, salah satu hidangan khas Lebaran. Ist/Antara

jpnn.com, JAKARTA - Bagi sebagian besar masyarakat Muslim, dua tahun belakangan ini Hari Raya IdulFitri dirayakan tanpa banyak keriaan seperti tahun-tahun sebelumnya. Pandemi mengharuskan banyak orang untuk menjaga jarak sosial dan mengurangi kerumunan.

Kendati demikian, hidangan dan kue-kue Lebaran tetap tersaji di meja-meja di hampir setiap rumah.

Hidangan khas Lebaran seperti sambal goreng ati, opor ayam, rendang, sayur labu serta hidangan bersantan lainnya, menjadi teman setia ketupat yang sedap untuk disantap. Belum lagi kue-kue seperti nastar, sagu keju, kaastengel hingga kue lapis legit.

Aneka hidangan dengan jumlah kalori fantastis serta hidangan bersantan yang kaya akan kolesterol, menjadi wajar untuk disantap saat keriaan Lebaran yang dirayakan setiap satu tahun sekali. Namun, apakah betul aman meski disantap hanya setahun sekali, atau sungguhkah hanya setahun sekali jenis makanan ini dinikmati?

Yang harus disadari, makan ketupat dan hidangan bersantan seperti opor ayam, sayur nangka atau pepaya, dan rendang umumnya tidak setahun sekali tetapi mungkin saja kombinasi semua makanan itu yang dimakan setahun sekali. Coba hitung berapa kali Anda makan nasi Padang dengan lauk rendang? Atau makan lontong sayur buat sarapan dalam seminggu?

Makanan ini sebenarnya juga sudah umum jadi makanan sehari-hari buat sarapan, jadi kita sendiri yang harus kendalikan porsi makannya. Masalah yang kedua adalah soal berapa banyak makan santan dalam sehari?

"Sebenarnya ini bisa jadi bermasalah, bisa jadi tidak masalah. Yang harus diingat, semua makanan jika disantap dalam jumlah berlebihan tidak akan sehat, termasuk makanan bersantan yang umumnya rendah serat ini," ujar ahli gizi dari RS Mayapada Hospital Kuningan, Christina Andhika Setyani dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Pada prinsipnya hanya diri kita sendirilah yang tahu apa saja yang sudah dimakan selama ini dan kita sendiri jugalah yang mengetahui seberapa banyak yang sudah dikonsumsi.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...