TKI Dipancung, Jokowi Diminta Tak Hanya Surati Raja Saudi

TKI Dipancung, Jokowi Diminta Tak Hanya Surati Raja Saudi
Muchlis Hanafi (tengah) di antara Presiden Joko Widodo dan Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud dari Arab Saudi saat menyambut di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3/2017). FOTO : Imam Husein/Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA -
Anggota Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning mengecam keras tindakan pemerintah Arab Saudi yang mengeksekusi hukuman pancung terhadap Muhammad Zaini Misrin Arsyad (53.

Zaini adalah seorang TKI yang dituduh membunuh majikannya.

Kecaman ini disampaikan Ribka dalam rapat kerja dengan Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri, di Komisi IX DPR pada Selasa (20/3).

"Kasus TKI kita yang dipancung tanpa pemerintah tahu, saya membuat statement mengecam pemerintah Saudi karena melangggar aturan hukum internasional," ucap Ribka.

Politikus PDI Perjuangan ini pun meminta Hanif menyampaikan usulan agar Presiden Joko Widodo jangan hanya bersurat kepada Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud yang belum lama ini datang ke Tanah Air.

Dia bahkan menyinggung upaya Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur berhasil membebaskan TKW dari hukuman mati, dan bisa berkomunikasi langsung dengan Raja Saudi pada 1999.

"Jadi jangan bersurat terus. Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) bersurat, sekarang Pak Jokowi juga bersurat. Mbok ya ketemu," ucap Ribka menyampaikan usulannya.

Apalagi saat ini masih ada puluhan TKI yang terancam hukuman berat di Arab Saudi, sehingga harus ada antisipasi dan langkah serius dari pemerintah.

Presiden Joko Widodo dibandingkan dengan Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang berhasil membebaskan TKW dari hukuman mati.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News