Tokoh Agama Balikpapan Prihatin Kasus Bekasi

Berkumpul, Berharap Kerukunan Beragama Setempat Tetap Terjaga

Tokoh Agama Balikpapan Prihatin Kasus Bekasi
Tokoh Agama Balikpapan Prihatin Kasus Bekasi
BALIKPAPAN - Peristiwa penganiayaan terhadap pendeta dan pengurus majelis Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Bekasi yang terjadi Minggu (14/9) lalu, turut menimbulkan keprihatinan dan perhatian tokoh agama di Balikpapan. Bentuk keprihatinan tersebut, ditunjukkan dengan menjalin silaturahim antara Keluarga Besar Gereja HKBP di wilayah Gunung Malang, yang melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Balikpapan dan tokoh lintas agama, Rabu (15/9) sore kemarin.

Dalam ajang silaturrahim yang berlangsung di Gereja HKBP itu, ikut hadir Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan, Dewan Masjid Kota Balikpapan, Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Badan Kerja Sama Gereja-gereja Balikpapan (BKSGB), Majelis Tinggi Agama Khong Hucu Indonesia, Perwakilan Umat Budha (Walubi), serta tokoh agama lainnya. Kedatangan para tokoh agama itu  diterima oleh pengurus Gereja HKBP Balikpapan, yang dipimpin oleh Pendeta Jonsion Silaen Sth.

Ketua FKUB Kota Balikpapan, Drs H Abdul Muis Abdullah mengatakan, kunjungan silaturrahim ini merupakan ungkapan keprihatinan para pemuka agama terhadap peristiwa yang terjadi atas pengurus dan pendeta HKBP di Bekasi. "Kami menyatakan keprihatinan mendalam terhadap peristiwa itu. Melalui kunjungan ini, kami berharap kondisi Kota Balikpapan, terutama iklim beragama di Balikpapan, tetap terjaga dan terjalin dengan baik," katanya.

Abdul Muis berharap, dengan kunjungan silaturrahim ini, tidak akan timbul pula gesekan yang mempengaruhi kerukunan antara umat beragama di Balikpapan. "Kami berharap semoga kasus Bekasi tidak mempengaruhi iklim kehidupan umat beragama di Balikpapan yang harmonis," imbuhnya.

BALIKPAPAN - Peristiwa penganiayaan terhadap pendeta dan pengurus majelis Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Bekasi yang terjadi Minggu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News