Tolak RUU Sisdiknas, Guru Honorer & Swasta Siap Gabung Demo Buruh 6 September

Tolak RUU Sisdiknas, Guru Honorer & Swasta Siap Gabung Demo Buruh 6 September
Massa honorer K2 unjuk rasa menuntut diangkat menjadi CPNS. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Dewan Pembina Forum Pendidikan Tenaga Honorer Swasta Indonesia (FPTHSI) Didi Suprijadi meminta pemerintah dan DPR RI untuk menunda pembahasan Rancangan Undang-Undang Ssistem Pendidikan Nasional atau RUU Sisdiknas.

Dia menilai pembahasan RUU Sisdiknas kurang tepat jika dilakukan sekarang.

"RUU Sisdiknas kurang tepat dibahas DPR RI sekarang dalam kondisi masyarakat resah akibat kenaikan BBM dan UU Omnibuslaw Cipta Kerja yang inkonstitusional," kata Didi kepada JPNN.com, Senin (5/9).

Eks pengurus Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) ini menegaskan jika pemerintah dan DPR mengotot membahas RUU Sisdiknas, maka tidak ada jalan lain guru-guru honorer dan swasta akan bergabung dengan buruh melakukan aksi serentak di seluruh Indonesia pada 6 September 2022.

Di tingkat pusat, demo buruh 6 September 2022 dalam rangka menolak kenaikan harga BBM akan dipusatkan di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta.

"Hanya satu kata lawan #tolak RUU Sisdiknas. #tolak omnibuslaw. #tolak kenaikan BBM," tegas Didi.

Dia menambahkan rencana pemerintah mengelola guru non-ASN menggunakan UU Ketenagakerjaan tidaklah lebih baik dibandingkan dengan UU Guru dan Dosen, terutama dalam kontrak kerja serta upah.

Dalam UU Omnibuslaw disebutkan pekerja akan dikontrak seumur hidup. Tidak ada pekerja tetap serta bisa melalui mekanisme alih daya (outsourcing).

Guru honorer dan swasta secara tegas menolak RUU Sisdiknas, siap bergabung dengan demo buruh 6 September 2022 tolak kenaikan harga BBM.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News