Tragedi Kudatali Berperan Membentuk Karakter Puan Maharani

Tragedi Kudatali Berperan Membentuk Karakter Puan Maharani
Puan Maharani berorasi di Lapangan Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah pada 23 Mei 2010. Foto: Dok Puan Maharani

jpnn.com, JAKARTA - Tragedi kerusuhan dua puluh tujuh juli (Kudatuli) meninggalkan kesan mendalam bagi Puan Maharani.

Puan saat itu masih belia dan duduk di bangku kuliah, tetapi sudah aktif mendampingi Megawati Soekarnoputri dalam berbagai aktivitas politik.

Puan menceritakan, saat peristiwa Kudatuli, dia dan Megawati sudah nyaris hendak berangkat ke kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro begitu mengetahui adanya sekelompok massa yang akan datang untuk mengambil alih kantor.

"Ibu saya bilang, ayo siap siap kita ke Diponegoro. Saya sudah siap tiba-tiba ditelepon lagi," kata Puan dalam keterangannya, Rabu (27/7).

Puan menyebutkan dirinya bersama sang ibu mendapat kabar bahwa situasi di Jalan Diponegoro makin genting sehingga diminta untuk menunggu.

“Menit per menit itu semuanya laporan ke ibu saya. Sekarang ada beberapa truk yang mendekati DPP Diponegoro. Semua sudah turun berpakaian hitam-hitam. Sampai akhirnya terjadi peristiwa penyerangan, penyerbuan, pembakaran, dan sebagainya," lanjutnya.

Tidak lama kemudian, Puan menyaksikan banyak korban dari upaya pengambilalihan secara paksa kantor DPP PDI dalam keadaan luka parah dibawa ke rumahnya di Kebagusan.

"Rumah sudah kayak tempat pengungsian," kenang Puan.

Ketua DPR RI Puan Maharani menyebutkan tragedi Kudatali berperan membentuk karakternya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News