Tri Murtiono Pelaku Bom Mapolrestabes Ternyata Takut Mati

Tri Murtiono Pelaku Bom Mapolrestabes Ternyata Takut Mati
Aksi peledakan bom menyerang Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5). Foto: Hendro/Jawapos.com

Kecurigaan justru muncul dari Kasida. Seorang pengusaha galon yang menjadi langganan keluarga Tri. ’’Biasanya dia yang datang ke toko saya untuk membeli galon. Tetapi, sekitar sepuluh hari terakhir ini dia selalu minta pesan antar,’’ tuturnya.

Kali pertama mengantarkan galon, Kasida hanya bertemu dengan salah satu putra Tri. Dia diterima di depan pagar tanpa boleh menginjakkan kaki di teras. Kejadian itu membuat rasa penasaran dalam benak Kasida muncul.

’’Gara-gara ketemu anaknya, saya jadi penasaran sama bapaknya. Ada perasaan ganjil melihat tingkah laku mereka,’’ tambah pria asli Jogja tersebut.

Keinginannya itu pun terwujud pada Senin (15/5). Sebuah pesan untuk kembali mengantarkan galon ke rumah Tri datang.

Pukul 06.00 Kasida tiba di rumah Tri. Kesempatan itu lantas dia gunakan untuk memuaskan rasa penasarannya. ’’Saya mencoba mengonfirmasi pekerjaannya sebagai pengusaha aluminium. Tetapi, bukannya dijawab, saya malah mendapat ceramah,’’ tutur Kasida.

BACA JUGA: Aisyah Putri Luka di Dada Kiri, Mengalami Trauma Terparah

Suami Tri Ernawati tersebut memberikan banyak petuah kepada Kasida. Hampir tiga puluh menit dia berdiri di depan pagar untuk mendengarkan ceramah tersebut. ’’Sekitar 06.30, dia pamit untuk berangkat kerja. Jadi, saya pulang,’’ lanjutnya.

Ramli yang tinggal tepat di samping rumah Tri juga tidak melihat tanda-tanda mencurigakan dari rumah tersebut. Hanya, dia memang jarang bertemu dengan keluarga yang tinggal di sana sejak Januari 2018 tersebut. ’’Biasanya dia hanya menyapa tiap mau berangkat kerja. Cuma bilang monggo,’’ ujarnya.

Tri Murtiono, yang mengajak istri dan anaknya melakukan aksi bom bunuh di Mapolrestabes Surabaya, ternyata takut mati.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News