Tuana Tuha

Oleh Dahlan Iskan

 Tuana Tuha
Foto: disway.id

Bedanya: level kandungan mariyuananya lebih rendah. Di batas yang diperbolehkan.

Di Kaltim, tanaman kandema itu hidup sendiri. Di pinggir-pinggir sungai. Di tepi rawa-rawa. Tidak ada yang memperhatikannya.

Memang, penduduk Kenohan tahu: pohon itu ada khasiat obatnya. Namun bukan di daun, melainkan di kulit kayunya.

Kulit itu dikelupas. Lalu direbus. Wanita yang baru melahirkan diminumi air rebusan itu.

Begitulah turun-temurun. Agar si ibu lekas pulih --dan bisa lekas melayani suaminya lagi. Juga bisa mengurangi derita melahirkan.

Bahwa daunnya bisa jadi uang, itu baru tahu di tahun 2014. Ketika ada pedagang yang datang ke kampung itu.

Pengetahuan penduduk hanya sebatas apa kata pedagang itu: sebagai bahan obat.

Obat apa? Tidak tahu.

Ini bukan hoaks. Tanaman hutan Kalimantan ini jadi berita dunia: khasiatnya 10 kali lipat dari mariyuana. Di Amerika nama tanaman itu: kratom. Di pedalaman Kaltim disebut kandema.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News