JPNN.com

UNAIDS: Pasien HIV di China Berisiko Kehabisan Obat Aids

Rabu, 19 Februari 2020 – 23:58 WIB
UNAIDS: Pasien HIV di China Berisiko Kehabisan Obat Aids - JPNN.com

jpnn.com, LONDON - Pasien HIV di China berisiko kehabisan obat AIDS akibat karantina dan isolasi yang bertujuan membendung wabah penyakit virus corona.

Menurut UNAIDS, Rabu (19/2), karantina dan isolasi yang dilakukan pemerintah China menyebabkan mereka tidak dapat memasok kembali obat-obatan penting tersebut.

Badan PBB itu mengatakan telah mensurvei lebih dari 1.000 orang dengan HIV di China dan menemukan bahwa wabah virus corona, yang kini dikenal COVID-19, "berdampak luar biasa" terhadap kehidupan mereka.

Wabah itu sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 74.000 di China dan menelan 2.004 korban jiwa. Di luar China hingga kini tercatat lima kematian dengan 827 kasus virus corona.

Hampir sepertiga dari orang pengidap HIV yang disurvei oleh UNAIDS mengaku isolasi dan pembatasan terhadap pergerakan masyarakat di China menandakan bahwa mereka berisiko kehabisan pengobatan HIV dalam beberapa hari kedepan.

Dari jumlah itu, hampir setengahnya atau 48,6 persen, mengatakan tidak tahu di mana mereka akan mendapatkan terapi antiretroviral berikutnya.

"Orang dengan HIV harus terus mendapatkan obat-obatan HIV demi keberlangsungan hidup mereka," kata Direktur Eksekutif UNAIDS, Winnie Byanyima, melalui pernyataan, Rabu (19/2). "Kami harus memastikan bahwa semua orang yang membutuhkan pengobatan HIV mendapatkan itu, tak masalah di mana pun tempatnya."

UNAIDS menyebutkan menurut sumber pemerintah China diperkirakan terdapat 1,25 juta orang dengan HIV di China pada akhir 2018.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fajar