Usai Ratas di Kapal Perang, Jokowi Tegaskan Dua Poin Ini untuk Natuna

Usai Ratas di Kapal Perang, Jokowi Tegaskan Dua Poin Ini untuk Natuna
Presiden Jokowi. Foto: Damianus Bram/Radar Solo

jpnn.com - NATUNA - Presiden Joko Widodo langsung menuju KRI Imam Bonjol 383 setibanya di Pelabuhan Penagi, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (23/6) pukul 09.50 WIB. Di kapal yang sebelumnya dipakai mengejar kapal nelayan China itu, Jokowi menggelar rapat terbatas sekitar satu jam.

Poin penting dari rapat itu antara lain, Jokowi meminta semua kementerian terkait bekejasama dengan Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemkab Natuna fokus mengembangkan perekonomian di Natuna yang bertumpu pada dua sektor. Yakni, Migas dan Perikanan.

Jokowi meminta pembangunan dua sektor ini dipercepat, mengingat potensi Migas dan perikanan Natuna luar biasa besar.

Menteri ESDM Sudirman Said yang hadir di rapat tersebut menyebutkan, saat ini perairan Natuna ada 16 blok migas. Dari jumlah itu, baru 5 blok yang sudah berproduksi, sementara 11 blok masih proses eksplorasi.

Cadangan gas untuk Blok D-Alpha saja mencapai 222 trillion cubic feet (TCF) dan gas hidrokarbon yang bisa didapat sebesar 46 TCF, menjadikan blok ini salah satu sumber terbesar di Asia.

“Iya, presiden memang meminta potensi ekonomi di Natuna dikembangkan secara serius, terutama sektor migas dan perikanan,” ujar Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, yang ikut dalam pertemuan tersebut seperti dikutip dari batampos (Jawa Pos Group).

Hadir juga Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo,  Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri ESDM Sudirman Said, KSAL Laksamana Ade Supandi, Seskab Pramono Anung, dan Kepala Bappenas Sofyan Djalil.

Di sektor perikanan, Menteri Susi menyampaikan pihaknya akan mengembangkan sektor perikanaan secara terpadu.

NATUNA - Presiden Joko Widodo langsung menuju KRI Imam Bonjol 383 setibanya di Pelabuhan Penagi, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (23/6) pukul 09.50

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News