Ustaz Aniaya Santri di Trenggalek, Kondisi Korban Sampai Begini, Lihat

Ustaz Aniaya Santri di Trenggalek, Kondisi Korban Sampai Begini, Lihat
Dua santri korban penganiayaan ustadz (guru ngaji) di rawat di IGD RSUD drm Soedomo, Trenggalek, Sabtu (21/1/2023). Foto: ANTARA/HO/warga

jpnn.com, TRENGGALEK - Seorang ustaz muda atau guru ngaji Ponpes di Trenggalek, Jawa Timur berinisial MDP, 17, ditangkap polisi karena menganiaya dua orang santri.

Dua orang korban berinisial GD, 14, dan LM, 15, terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius. Bahkan, salah satu di antaranya mengalami patah tulang di bagian pergelangan tangan.

Kasatreskrim Polres Trenggalek Iptu Agus Salim, Sabtu mengatakan, kasus tersebut terjadi pada Kamis (20/1) sore di salah satu ponpes di Trenggalek.

MDP merupakan ustaz muda binaan salah satu ponpes ternama di Ponorogo yang sedang menjalani masa pengabdian sebagai guru ngaji di Trenggalek.

"Kami sudah periksa saksi, korban juga terlapor. Dan setelah dilakukan gelar perkara tadi siang, hasilnya saudara MDP kami tetapkan sebagai tersangka," kata Iptu Agus Salim.

Wali salah satu santri korban penganiayaan, Purwanto mengaku melaporkan kasus ini ke pihak berwajib karena tidak terima anaknya yang "dititipkan" untuk menjalani program pendidikan agama justru menjadi korban penganiayaan oknum guru ngajinya sendiri.

"Saya baru tahu setelah mendapat kabar dari wali santri lain yang mengatakan anak saya masuk IGD. Ternyata mengalami penganiayaan oleh ustaznya sendiri," kata Purwanto.

Tidak terima, Purwanto pun mengambil langkah hukum dengan melapor ke Polres Trenggalek. Ia berharap pelaku dapat diproses secara hukum sesuai dengan perbuatannya.

Seorang ustaz muda atau guru ngaji Ponpes di Trenggalek, Jawa Timur berinisial MDP, 17, ditangkap polisi karena menganiaya dua orang santri.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News