Warning Untuk Sekolah-Sekolah Di DKI Jakarta

Warning Untuk Sekolah-Sekolah Di DKI Jakarta
Mendikbud M Nuh. Foto: Arundono/JPNN
JAKARTA--Tiga tawuran antar pelajar telah terjadi sepanjang minggu di wilayah DKI Jakarta. Tiga siswa pun menjadi korban akibat memanasnya aksi brutal para pelajar ibukota ini. Dua siswa, Alawy Yusianto Putra dari SMA 6 dan Deny Januar dari SMA Yayasan Karya 66 tewas sia-sia akibat sabetan arit dan celurit dari "musuh" sekolah tandingannya.

Sementara itu, Susilo, siswa dari SMK Mardhika Jakarta Timur, terpaksa harus terbaring sekarat dengan luka bacok di bagian pinggang sebelah kiri sepanjang 10 cm di Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia (UKI) karena terkena imbas tawuran. Ia tak ikut tawuran sekalipun, tapi ia menjadi korban karena berseragam saat itu.

Bagaimana dan apa yang akan dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhammad Nuh untuk menyelesaikan masalah tawuran antarpelajar di ibukota? Berikut wawancara wartawan JPNN, Natalia Laurens dengan Menteri Nuh di Polres Metro Jakarta Selatan Rabu malam (26/9).

Jumlah tawaran beruntun minggu ini apakah ini akan menjadi bahan evaluasi Kemendikbud dan sekolah?

JAKARTA--Tiga tawuran antar pelajar telah terjadi sepanjang minggu di wilayah DKI Jakarta. Tiga siswa pun menjadi korban akibat memanasnya aksi brutal

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News