Waspadai Iklim Ekstrem, Pemerintah Keluarkan Dua Inpres

Percepat Raskin, Tambah Beras Impor

Waspadai Iklim Ekstrem, Pemerintah Keluarkan Dua Inpres
Waspadai Iklim Ekstrem, Pemerintah Keluarkan Dua Inpres
JAKARTA - Iklim ekstrem yang melanda secara global menjadi ancaman serius bagi pemerintah. Setelah melakukan rapat koordinasi tertutup selama dua jam, Rabu (22/12), pemerintah di bawah Kementerian Koordinator Perekonomian pun mengambil beberapa kebijakan terkait ketahanan pangan di tengah krisis cuaca. Rapat yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa itu, turut dihadiri Menkeu Agus Martowardojo, Menteri Perdagangan (Mendag) Marie Elka Pangestu, Menteri Pertanian (Mentan) Suswono, Menteri BUMN Mustafa Abu Bakar, serta Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamukti.

Kepada wartawan seusai rapat, Hatta Rajasa mengungkapkan bahwa pemerintah mengambil tiga kebijakan antisipasi ketahanan pangan akibat iklim ekstrem. Kebijakan pertama ungkapnya, adalah dengan mempercepat penyaluran beras miskin. Sementara kebijakan kedua yaitu menambah ketersediaan beras di gudang Bulog seraya melakukan operasi pasar, sedangkan kebijakan ketiga adalah segera mengeluarkan dua Instruksi Presiden (Inpres).

"Inpres ini sangat penting. Pertama Inpres untuk antisipasi perubahan iklim, untuk menjaga ketahanan pangan. Dan (yang) kedua adalah Inpres fleksibilitas Bulog untuk melakukan pengadaan beras dan gabah, termasuk menjaga kualitasnya," kata Hatta.

Penyaluran raskin sendiri, ungkap Hatta, saat ini sudah mulai dipercepat penyalurannya. Anggaran penambahan raskin juga sudah disediakan melalui APBN-P 2010. Sedangkan Bulog dipastikan akan kembali menambah impor beras, untuk menambah stok yang sudah ada saat ini.

JAKARTA - Iklim ekstrem yang melanda secara global menjadi ancaman serius bagi pemerintah. Setelah melakukan rapat koordinasi tertutup selama dua

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News