JPNN.com

Wawan Mengaku Sudah Sukses Sebelum Ratu Atut Jadi Gubernur

Kamis, 09 Juli 2020 – 17:59 WIB
Wawan Mengaku Sudah Sukses Sebelum Ratu Atut Jadi Gubernur - JPNN.com
Terdakwa kasus tindak pidana pencucian uang dan korupsi Tubagus Chaeri Wardana menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (12/3/2020). Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat

jpnn.com, JAKARTA - Bos PT Balipacific Pragama Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan mengaku sudah menjadi pengusaha sebelum kakaknya, Ratu Atut Chosiyah duduk menjabat sebagai gubenur Banten.

Dia mengatakan, perusahaannya sudah mengerjakan beberapa proyek di sejumlah daerah, BUMN, dan kementerian sebelum terjadi pemekaran Banten.

"Perusahaan saya, serta perusahaan lainnya yang ada di bawah kendali saya, telah beroperasi sejak 1995 dengan memperoleh pekerjaan dari non-SKPD Provinsi Banten dan sekitarnya. Dan kemudian pada 2001, jauh sebelum kakak saya menjabat sebagai Gubernur Banten, saya sudah mengerjakan pekerjaan dari Dinas atau SKPD Provinsi Banten," kata Wawan saat menyampaikan nota pembelaan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (9/7).

Wawan mengaku tumbuh besar dari keluarga pengusaha dan menjalankan bisnis sejak masih muda. Wawan juga memastikan penghasilan yang diperolehnya tidak hanya berasal dari proyek APBD Provinsi Banten saja.

"Namun juga memperoleh proyek-proyek yang bersumber dari non-APBD Provinsi Banten yaitu dari Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Lampung serta Pemerintah Pusat (APBN), instansi vertikal, BUMN dan perusahaan swasta," ucap Wawan.

Menurut Wawan, jaksa penuntut umum KPK mencoba memperlihatkan seakan-akan dirinya baru memulai usaha saat Atut menjabat sebagai Plt Gubernur Banten pada 10 Oktober 2005. JPU juga berasumsi bahwa perolehan hartanya hanya bersumber dari proyek-proyek APBD Pemerintah Provinsi Banten.

Wawan menekankan, dirinya sudah mulai menekuni usaha mewarisi bisnis sang ayah, Chasan Sochib. Dari situ, Wawan fokus menjalani bisnis dan akhirnya mendirikan PT Buana Wardana Utama pada 1993, PT BaliPacific Pragama pada 1995, hingga PT Putra Perdana Jaya diakuisisi pada 1999.

"Belajar dari pengalaman orang tua dalam melakukan beberapa usaha yang dikelola, saya juga berkonsentrasi pada industri yang sama yaitu jasa konstruksi dan perdagangan," tutur Wawan.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adil